PM Ethiopia Abiy Ahmed Dinobatkan Sebagai Pemenang Nobel Perdamaian 2019

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 11 Oktober 2019 16:56 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 11 18 2115780 pm-ethiopia-abiy-ahmed-dinobatkan-sebagai-pemenang-nobel-perdamaian-2019-DjmEu7nJTn.jpg PM Ethiopia Abiy Ahmed. (Foto: BBC)

OSLO – Perdana Menteri (PM) Ethiopia Abiy Ahmed memenangi Hadiah Nobel Perdamaian 2019 atas upayanya mendamaikan negaranya dengan Eritrea. Kedua negara, yang terlibat dalam perang di perbatasan antara 1998 sampai 2000, memulihkan hubungannya pada Juli 2018 setelah bertahun-tahun bermusuhan.

Hadiah Nobel yang bernilai sebesar 9 juta krona Swedia, atau sekira Rp12,9 miliar itu akan diserahkan di Oslo pada 10 Desember 2019, di hari peringatan ulang tahun kematian industrialis Swedia Alfred Nobel, yang mendirikan penghargaan itu dalam wasiatnya pada 1895.

BACA JUGA: Eritrea dan Ethiopia Akhiri Perang yang Telah Berlangsung Selama 20 Tahun

"Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed Ali telah dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini atas upayanya untuk mencapai perdamaian dan kerja sama internasional, dan khususnya atas inisiatif yang menentukan untuk menyelesaikan konflik perbatasan dengan negara tetangga Eritrea," demikian diumumkan Komite Nobel Norwegia dalam kutipannya yang dilansir Reuters, Jumat (11/10/2019).

"Hadiah itu juga dimaksudkan untuk mengakui semua pemangku kepentingan yang bekerja untuk perdamaian dan rekonsiliasi di Ethiopia dan di wilayah Afrika Timur dan Timur Laut," tambahnya.

Di usia 43 tahun, Abiy Ahmed adalah kepala pemerintahan termuda di Afrika.

"Kemenangan dan pengakuan ini adalah kemenangan kolektif bagi semua rakyat Ethiopia, dan seruan untuk memperkuat tekad kami dalam menjadikan Ethiopia - cakrawala harapan baru - negara yang makmur bagi semua orang," kata kantor perdana menteri dalam pernyataannya, mengutip Abiy.

"Kami bangga sebagai bangsa."

Sejak menjabat pada April 2018 menyusul pengunduran diri perdana menteri sebelumnya, Hailemariam Desalegn, Abiy telah mengumumkan serangkaian reformasi yang menjanjikan perubahan mendasar bagi negara berpenduduk sekira 100 juta jiwa itu.

BACA JUGA: Makan Malam Bersama PM Ethiopia Abiy Ahmed Dibanderol Rp2,5 Miliar

Dari liberalisasi parsial perekonomian yang dikendalikan oleh negara hingga merombak pasukan keamanan yang telah membantu koalisi yang berkuasa mempertahankan cengkeraman yang kuat pada kekuasaan sejak 1991. Namun, prestasi terbesar Abiy sampai saat ini adalah mengamankan perdamaian dengan negara tetangga yang bermusuhan, Eritrea.

Masih harus dilihat apakah Abiy akan mampu membentuk kembali Ethiopia dan membukanya ke dunia dari dalam sistem saat ini. Selain menghadapi banyak tantangan, dia juga memanggul harapan tinggi dari kaum muda Ethiopia yang menginginkan lapangan pekerjaan, pembangunan dan kesempatan.

(DNA)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini