nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Usai Insiden "Hujan Batu" di Purwakarta, Pertambangan Dihentikan Sementara

Minggu 13 Oktober 2019 17:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 13 525 2116359 usai-insiden-hujan-batu-di-purwakarta-pertambangan-dihentikan-sementara-aa8U7SM0aT.jpg Hujan batu besar di rumah warga Kampung Cihandeuleum, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta. (Foto: Irwan/iNews.id)

BANDUNG – Usai terjadinya peristiwa "hujan batu" di Kampung Cihandeuleum, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Selasa 8 Oktober 2019, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jabar merekomendasikan penghentian operasional PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS). Keputusan ini diambil berdasarkan hasil investigasi.

Baca juga: Rumah Warga Purwakarta Rusak Tertimpa Batu Besar, Diduga dari Aktivitas Tambang 

Kepala Dinas ESDM Jabar Bambang Tirtoyuliono mengatakan, usai dilakukan investigasi, PT MSS selaku pemegang izin usaha pertambangan (IUP) di lokasi tersebut, didapati membuat kesalahan perencanaan. Desain peledakan yang dipakai tidak sesuai dokumen studi kelayakan sehingga tambang longsor dan merusak tujuh rumah warga serta satu madrasah.

Setelah mengantongi penyebab longsor batu, Dinas ESDM Jabar menggelar pertemuan dengan sejumlah pihak, yakni Inspektorat Tambang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jabar, Kabupaten Purwakarta, perwakilan PT MSS, serta Biro Hukum dan HAM Setda Provinsi Jabar.

Hujan batu di Purwakarta. (Foto: Ist)

"Inspektur tambang tidak hanya menyampaikan hal-hal teknis, tetapi juga menyampaikan pandangan yang sifatnya administratif," kata Kepala Dinas ESDM Jabar Bambang Tirtoyuliono, Sabtu 12 Oktober 2019, seperti dinukil dari iNews.id.

Selanjutnya, DLH Provinsi dan Kabupaten Purwakarta menyampaikan pendapat dari perspektif lingkungan. Begitu juga pihak PT MMS menyampaikan pandangannya.

Baca juga: "Hujan Batu" di Purwakarta, Kapolres Janji Proses Hukum jika Perusahaan Terbukti Lalai 

Bambang mengatakan, ada dua kesimpulan dari pertemuan tersebut. Pertama, memerintahkan PT MSS segera mengevakuasi masyarakat yang terdampak. Kedua, penghentian sementara izin PT MMS.

"Kami merekomendasikan kepada DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Jabar untuk menghentikan sementara operasional pertambangan," kata Bambang.

Nantinya, kata dia, Dinas ESDM Jabar membuat kriteria catatan teknis yang mesti dipenuhi dalam waktu yang sudah ditentukan apabila PT MSS ingin kembali beroperasi. Rekomendasi dan kriteria tersebut akan diberikan ke DPMPTSP Jabar pada Senin 14 Oktober 2019.

"Berdasarkan regulasi, alur penindakan itu. Pertama, teguran tertulis satu, teguran tertulis dua. Kemudian, penghentian sementara. Baru pencabutan permanen. Jadi kalau tidak memenuhi kriteria dalam kurun waktu yang telah ditentukan, pasti diusulkan dicabut izinnya," jelasnya.

Baca juga: Tambang yang Izinnya Dikeluarkan Bupati Paling Banyak Langgar Rehabilitasi 

Sementara langkah preventif yang dilakukan Dinas ESDM Jabar dengan mengevaluasi pertambangan di Tanah Pasundan. Tujuannya agar insiden serupa tidak terjadi.

"Paling tidak satu tahun satu kali kami melakukan fungsi dan pengendalian terhadap pertambangan yang berizin kita lakukan secara periodik evaluasi," ujar Bambang.

Baca juga: Empat Penambang Emas Ilegal di Bogor Tewas, Diduga Hirup Gas Beracun 

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika sebelumnya juga sudah mengatakan akan meminta dinas terkait bersama aparat desa dan kecamatan untuk mengkaji kembali perizinan PT MSS.

"Kalau sudah tidak layak, saya harap Pemprov Jabar menutup aktivitas pertambangan tersebut," tutur Anne saat meninjau lokasi rumah warga yang menjadi korban di Kampung Cihandeuleum.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini