nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemimpin Catalunya Ditangkap, Pedemo Serbu Kantor Pemerintah di Barcelona

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 16 Oktober 2019 15:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 16 18 2117690 pemimpin-catalunya-ditangkap-pedemo-serbu-kantor-pemerintah-di-barcelona-US1DbEzLiK.jpg Pedemo bentrok dengan polisi Spanyol di Barcelona. (Foto/Reuters)

BARCELONA - Ribuan orang di Catalunya berkumpul mendukung kemerdekaan wilayah itu dari Spanyol yang berimbas bentrok dengan polisi.

Ricuh saat pengunjuk rasa berusaha menyerbu kantor-kantor pemerintah di Barcelona, ibu kota daerah otonomi tersebut.

Demo menindaklanjuti sembilan pemimpin separatis Catalunya yang ditangkap pemerintah.

Seorang juru bicara pemerintah daerah Catalunya, Meritxell Budó, mengatakan mereka bersimpati dan memahami kemarahan para pengunjuk rasa.

Sementara itu, pihak berwenang Spanyol mengatakan mereka sedang menyelidiki siapa yang mengkoordinir protes tersebut.

Baca juga: Sejumlah Pemimpin Catalunya Divonis Penjara oleh Pengadilan Spanyol

Baca juga: Meksiko Menuntut Permintaan Maaf dari Spanyol dan Vatikan karena Penjajahan

Foto/Reuters

Para pengunjuk rasa dilaporkan telah menggunakan aplikasi yang dikenal sebagai Tsunami Democratic, yang mengarahkan mereka ke lokasi protes di kota-kota Catalunya.

Di Barcelona, polisi anti huru hara menembakkan gas air mata dan menuduh pengunjuk rasa mencoba masuk ke gedung-gedung pemerintah.

Ada tiga penangkapan, dan media setempat melaporkan bahwa sembilan orang telah dirawat.

Protes juga dilaporkan di kota-kota Catalan, Girona dan Tarragona.

Para pemimpin pro-kemerdekaan—yang mengendalikan pemerintah daerah Catalan—mengatakan mereka akan terus mendorong referendum baru untuk memisahkan diri dari Spanyol.

Mengapa protes?

Protes dimulai setelah sembilan pemimpin kemerdekaan Catalunya dijatuhi hukuman penjara antara sembilan dan 13 tahun oleh Mahkamah Agung Spanyol pada Senin (14/10).

Para separatis dihukum karena hasutan atas peran mereka dalam referendum kemerdekaan pada 2017, yang Spanyol katakan ilegal. 

Tiga lainnya dinyatakan bersalah karena tidak taat dan didenda, tetapi tidak dipenjara. Ke-12 terdakwa membantah tuduhan itu. 

Joan Tardà, mantan wakil pemimpin partai kemerdekaan pro-Katalan, menyerukan protes damai. 

"Tidak ada yang lebih mematikan bagi kemerdekaan selain kombinasi antara aksi minoritas yang kejam di jalan dan kepolisian yang tidak terkendali," katanya di Twitter.

Pada Senin, ribuan pengunjuk rasa memblokir jalan-jalan ke bandara El Prat Barcelona—pusat transportasi utama.

Lebih dari 100 penerbangan dibatalkan ketika para demonstran bentrok dengan polisi anti huru hara di gedung terminal.

Apa yang ada di balik kerusuhan Catalonia?

Nasionalis Catalan telah lama mengeluh bahwa wilayah mereka, yang memiliki sejarah yang berbeda sejak hampir 1.000 tahun, mengirim terlalu banyak uang ke bagian Spanyol yang lebih miskin, karena pajak dikendalikan oleh Madrid.

Catalan adalah wilayah kaya di timur laut Spanyol, rumah bagi sekitar 7,5 juta orang, dengan bahasa mereka sendiri, parlemen, bendera dan lagu kebangsaan.

Pada bulan September, pawai di Barcelona untuk mendukung kemerdekaan Catalonia dari Spanyol menarik kerumunan sekitar 600.000 orang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini