nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Angkatan Laut Selandia Baru Izinkan Prajurit Pria Pakai Bulu Mata Palsu dan Berdandan

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 23 Oktober 2019 18:44 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 23 18 2120795 angkatan-laut-selandia-baru-izinkan-prajurit-pria-pakai-bulu-mata-palsu-dan-berdandan-9YVejpcxrX.jpg Prajurit AS Selandia Baru. (Foto/Facebook Angkatan Laut Kerajaan Selandia Baru)

WELLINGTON – Prajurit pria di Angkatan Laut Kerajaan Selandia Baru (RNZN) diizinkan untuk memakai bulu mata palsu, cat kuku sebagai bentuk persamaan gender.

Peraturan baru itu setelah Angkatan Pertahanan Selandia Baru memperbarui standar perawatan dan penampilan prajuritnya.

"Pembaruan ini untuk mencerminkan bahwa RNZN tidak membuat perbedaan antara anggota pria dan wanita dalam hal perawatan dan penampilan pribadi mereka," kata Kepala Laksamana Muda Angkatan Laut David Proctor mengutip Fox News, Rabu (23/10/2019).

Baca juga: Ketua Parlemen Selandia Baru Menyusui Bayi Kolega saat Pimpin Sidang

Baca juga: Cubit Penis Bocah, Pria 79 Tahun Bebas Hukuman karena Perbedaan Budaya

Mulai 1 November, semua personel Angkatan Laut akan diizinkan untuk memakai riasan wajah, pernis kuku bening dan bulu mata palsu ketika berseragam, lapor Newshub yang berbasis di Auckland.

Namun, menindik tubuh dan gaya rambut berlebihan, seperti cukur bergaya mohawk masih dilarang.

Proctor mengatakan perubahan dirancang untuk menghadirkan citra militer yang inklusif dan profesional serta didasarkan pada kerapian, kebersihan, dan keselamatan.

"RNZN adalah organisasi modern dan profesional yang merangkul individualitas dan kepribadian," katanya.

"Namun, kami adalah organisasi militer dan dengan itu muncul harapan tertentu pada personel kami dalam hal berpakaian dan penampilan," lanjutnya. 

Militer AS telah mengadopsi peraturan netral gender dalam beberapa tahun terakhir. Wanita sekarang diizinkan untuk melayani dalam peran tempur dan Korps Marinir dan Angkatan Laut menjatuhkan "pria" dari jabatan tertentu untuk menjadikan mereka lebih inklusif.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini