nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Baru Menjabat, Menteri Perdagangan Jepang Mundur Karena Hadiah untuk Konstituennya

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 25 Oktober 2019 14:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 25 18 2121642 baru-menjabat-menteri-perdagangan-jepang-mundur-karena-hadiah-untuk-konstituennya-4my5b1wj4g.jpg Isshu Sugawara. (Foto: AFP)

TOKYO - Menteri Perdagangan baru Jepang mengundurkan diri setelah dituduh melanggar undang-undang pemilihan umum. Isshu dilaporkan telah memberikan hadiah dan menawarkan uang duka kepada konstituennya.

Media melaporkan bahwa Sugawara memberikan hadiah melon, jeruk, telur ikan dan royal jelly yang mahal kepada konstituennya di Tokyo. Dia juga dikatakan telah menawarkan "uang belasungkawa" sebesar 20.000 yen (sekira Rp2,5 juta) kepada keluarga seorang pendukungnya.

BACA JUGA: Menteri Pertahanan Jepang Mengundurkan Diri, Ada Apa Ya?

Undang-undang pemilihan Jepang melarang politisi mengirim sumbangan kepada pemilih di daerah pemilihan mereka.

Tuduhan tersebut pertama kali muncul di majalah mingguan Shukan Bunshun, yang mengatakan bahwa sekretaris Sugawara telah menawarkan sekira 20.000 yen kepada keluarga konstituen yang telah meninggal dunia.

Merupakan kebiasaan di Jepang untuk memberikan uang sebagai ungkapan belasungkawa kepada keluarga yang berduka, yang dikenal sebagai "uang dupa".

Majalah itu juga mencetak daftar hadiah yang telah dikirim oleh kantor Sugawara, termasuk telur ikan kod dan jeruk, serta surat ucapan terima kasih yang diduga ia terima dari penerima hadiah-hadiah tersebut.

Pada Jumat Sugawara mengatakan kepada wartawan bahwa dia masih mengonfirmasi apakah dia melanggar hukum pemilu, tetapi telah memutuskan untuk mundur. Dia baru saja ditunjuk menjadi menteri perdagangan setelah Perdana Menteri Shinzo Abe merombak kabinet September lalu.

BACA JUGA: Menteri Lingkungan Ingin Jepang Berhenti Gunakan Tenaga Nuklir

"Saya tidak ingin masalah saya memperlambat pertimbangan parlemen," kata Sugawara sebagaimana dilansir dari BBC.

Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan: "Saya memikul tanggung jawab karena telah menunjuknya. Saya sangat meminta maaf sedalam-dalamnya kepada warga Jepang."

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini