BANYUWANGI - Titik api di Pegunungan Ijen Banyuwangi sudah mulai berkurang pasca dilakukannya waterboombing tiga hari terakhir ini. Namun meski titik api berkurang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi memutuskan memperpanjang status tanggap darurat bencana kebakaran lahan dan hutan (Karhutla)
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengungkapkan, perpanjangan status tanggap darurat hingga sepekan ke depan dimaksudkan untuk memaksimalkan pemadaman titik api yang tersisa dan mengantisipasi munculnya kembali api.
"Kami putuskan memperpanjang status tanggap darurat hingga satu minggu ke depan atau tanggal 4 November. Hal ini untuk proses pemadaman sumber api yang ada di tanah. Memang titik api sudah tidak terlihat, tapi sumber api masih mungkin muncul," ungkap Azwar Anas melalui siaran tertulis, Selasa (29/10/2019).

Pihaknya juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih upaya pemadaman yang telah dilakukan sejumlah pihak, mulai dari BNPB, BPBD Provinsi Jawa Timur dan Banyuwangi, TNI, Polri, petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), hingga relawan.
"Kami sampaikan terima kasih kepada semua stakeholder yang telah bahu - membahu menangani pemadaman di kawasan Ijen," imbuhnya.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banyuwangi Eka Muharram menyatakan, pemadaman di kawasan Pegunungan Ijen dilakukan dua cara, yakni jalur darat dengan cara manual dan udara melalui waterboombing yang dilakukan helikopter BNPB.