nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Akumobil yang Terjerat Penipuan Ternyata Tak Terdaftar di OJK

CDB Yudistira, Jurnalis · Selasa 05 November 2019 16:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 05 525 2126047 akumobil-yang-terjerat-penipuan-ternyata-tak-terdaftar-di-ojk-VnGvGGYJWe.jpg Ilustrasi OJK (foto: Okezone)

BANDUNG - Perusahaan Akumobil yang terjerat kasus dugaan penipuan dan penggelapan pembelian kendaraan ternyata tidak pernah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bahkan, menurut OJK Jawa Barat, Akumobil bukan perusahaan di bidang industri keuangan.

"Tidak terdaftar di OJK," kata Kepala OJK Jawa Barat, Triana Gunawan, Selasa (5/11/2019).

Baca Juga: Diduga Penipuan, Direktur & Staf Akumobil Diperiksa Polisi 

Triana menyebut, Akumobil merupakan perusahaan yang membidangi perdagangan. Dengan begitu pengawasannya tidak diawasi oleh OJK. Terkait dengan izin perusahaan diketahui berasal dari Satgas Waspada Investasi (SWI).

Ilustrasi (foto: Shutterstock) 

Dia menerangkan, OJK Jawa Barat pernah mendapat laporan masyarakat yang menanyakan legalitas Akumobil. Laporan tersebut, kata Triana kemudian dilayangkan pihaknya ke SWI untuk diklarifikasi.

"Berdasarkan keterangan SWI ini yang mengeluarkan izin adalah Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui perizinan online single submission (OSS). Pada 7 Oktober 2019 ada siaran pers Akumobil sudah berizin," katanya.

Terkait dengan klaim Akumobil yang telah mengantongi izin dari OJK, Triana menyebutkan bahwa SWI bukan hanya OJK tetapi Satgas yang terdiri atas beberapa instansi. Tujuannya untuk melindungi masyarakat dari investasi bodong.

Baca Juga: Dirut Akumobil Ditahan Polisi Terkait Penipuan

Terkait kasus tersebut, polisi sudah menetapkan Direktur Utama Akumobil berinisial BR sebagai tersangka. Selain itu, polisi juga sedang menelusuri aset yang dimiliki Akumobil.

"Kemudian kita lakukan penyidikan untuk trek aset, yang ditampung oleh tersangka," kata Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP M. Rifai.

Rifai mengatakan, hingga kini ada kurang lebih 350 orang yang melapor ke Posko Korban Akumobil di Mapolrestabes Bandung. Dari jumlah korban, kerugian mencapai puluhan miliiar.

"Untuk korban yang melapor hingga saat ini ada 350. Sementara untuk jumlah kerugian mencapai Rp35 miliiar," ucapnya.

Perusahaan Akumobil, tutur Rifai, awalnya membuat suatu perusahaan Akudigital Indonesia. Perusahaan tersebut menawarkan berbagai kendaraan city car, dengan harga yang jauh dari pasaran.

"Mereka menjualnya dari rentang harga 50 sampai 59 juta," tuturnya.

Kemudian, para korban yang saat ini melaporkan ke Mapolrestabes Bandung, dijanjikan kendaraannya akan diterima dengan rentang waktu satu hingga dua bulan.

"Namun pada kenyataannya ada sebagian kecil yang sudah diberikan kepada nasabah, namun sebagian besar yang belum diberikan sehingga imbasnya pada tanggal 31 Oktober 2019 itu mereka datang ke sorum akumobil untuk menagih tapi tidak ada solusi," ucapnya.

Dalam kasus ini, Rifai mengatakan tidak menutup kemungkinan pelaku akan bertambah. Hingga saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap manajemen Akumobil serta korban.

"Sudah ada sepuluh saksi yang kita periksa baik terhadap korban maupun terhadap direksi admin di perusahaan Akumobil," katanya.

Belum dapat juga disimpulkan, jika dana para konsumen Akumobil di konsumsi untuk memperkaya diri. Pasalnya polisi juga tengah menelusuri dana para konsumen yang sudah disetorkan ke Akumobil.

"Maka dari itu kita juga akan menggandeng PPATK, untuk menelusuri dana tersebut. Kita mohon waktu untuk kita cari aset dana yang sudah digunakan oleh tersangka," tutur dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini