nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Motif Ibu dan Anak Kompak Bunuh Surono, dari Asmara hingga Warisan

Avirista Midaada, Jurnalis · Kamis 07 November 2019 21:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 07 519 2127090 motif-ibu-dan-anak-kompak-bunuh-surono-dari-asmara-hingga-warisan-A4V9ufANPE.jpg Mapolres Jember Gelar Perkara Kasus Mayat Dikubur Dalam Musala yang Dilakukan Ibu dan Anak (foto: Okezone/Avirista M)

JEMBER - Ibu dan anak di Dusun Juroju, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, tega menghabisi nyawa Surono yang tak lain istri dan ayah kandung lantaran motif ekonomi dan cemburu.

Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal mengungkapkan kedua pelaku baik Busani, istri korban dan Bahar Mario, anak kandung korban ingin menguasai harta warisan dan motif asmara.

Baca Juga: Mayat Dikubur di Musala, Pelaku Pembunuhan Anak dan Istri Korban 

"Jadi motifnya ada dua, pertama asmara dan sang anak punya keinginan mendapat harta warisan korban," ucap Alfian, saat memimpin rilis di Mapolres Jember, Kamis (7/11/2019).

Polisi Melakukan Olah TKP Penemuan Mayat di Musala Rumah (foto: Polres Jember)	 

Alfian menambahkan, istri korban Busani memiliki hubungan dekat dengan pria lain. Hal ini membuat Busani dan Surono telah lama pisah ranjang. Tetapi kisah asmara Busani, istri korban dengan pria lain ini diketahui oleh Surono.

"Korban ini tahu kalau istrinya punya pria idaman lain. Ini yang membuat kedua pisah ranjang dan rumah tangga mereka tidak harmonis," bebernya.

Alfian menambahkan dua bulan pasca kematian Surono, Busani menikah siri dengan pria lain dan tinggal di rumah yang dimana Surono dibunuh dan dikuburkan.

"Kepada suami sirinya, B ini mengaku korban sudah pergi ke Lombok dan menikah lagi," imbuhnya.

Di sisi lain, harta Surono sebagai petani kopi yang menghasilkan ratusan juta setahun membuat gelap mata Bahar, yang bekerja sebagai kuli bangunan di Pulau Bali dengan gaji pas - pasan.

"Anaknya berkeinginan mendapatkan harta sang ayah terlebih hanya bekerja sebagai kuli bangunan di Bali dan memiliki istri. Dia (Bahar) berhasil membawa uang Rp 6 juta yang disimpan korban usai dibunuh. Uang itu dibawa ketika kembali ke Bali," lanjutnya.

Baca Juga: Heboh Mayat Dikubur Dalam Musala, Anak dan Istri Korban Saling Tuduh 

Mapolres Jember Gelar Perkara Kasus Mayat Dalam Musala yang Dilakukan Ibu dan Anak (foto: Okezone/Avirista M)

Sebelumnya diberitakan seorang jasad pria ditemukan tewas dikubur dan dicor di musala atau tempat salat di rumah milik Surono. Dengan terbungkus sarung, jasad ini sudah ditemukan tak utuh karena tinggal tulang belulang terkubur 7 bulan lamanya.

Jasad ini sendiri terungkap saat pengakuan awal anak korban Bahar yang mengaku ayahnya dibunuh oleh seorang pria yang merupakan selingkuhan ibu sekaligus istri korban bernama Busani.

Pengakuan Bahar kepada kepala dusun setempat kemudian diteruskan ke Polsek Ledokombo dan dilakukan penggalian ke tempat yang dimaksud Bahar.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini