nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rekonstruksi Ayah Tiri Aniaya Balita, Pelaku Peragakan 20 Adegan

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 08 November 2019 01:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 08 519 2127167 rekonstruksi-ayah-tiri-aniaya-balita-pelaku-peragakan-20-adegan-CtAJvdqlY7.jpg Rekonstruksi pembunuhan (Foto: Okezone/Avirista Midaada)

KOTA MALANG - Sebanyak 20 adegan diperagakan oleh Ery Age Anwar (36) ayah tiri yang tega menganiaya anaknya hingga tewas. Dua puluh adegan tersebut diperagakan di rumah kontrakan di Kelurahan Tlogowaru, Kedungkandang, Kota Malang dan RS Refa Husada.

Tersangka yang tiba di rumah kontrakannya sekira pukul 14.15 WIB dengan kawalan ketat kepolisian bersenjata lengkap langsung memasuki rumah kontrakan tempat kejadian berlangsung.

Dari rekonstruksi yang dijalankan, terungkap Ery tega menginjak perut balita berusia 3 tahun, tak hanya sekali bahkan hingga tiga kali sampai balita malang tersebut meregang nyawa, hanya karena ia jengkel AG buang air besar sembarangan. Tak cukup itu saja, Ery juga membakar kaki korban di kompor.

Baca Juga: Begini Cara Ayah Tiri Aniaya Balitanya hingga Tewas 

Pelaku melakukan perbuatan kejamnya di tiga ruangan di rumah kontrakannya yang terletak di Perumahan Tlogowaru Indah, Blok D4, Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Kedua ruangan ini yakni kamar mandi, kamar tidur, serta dapur.

Rekonstruksi 

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander menyatakan rekonstruksi ini dilakukan untuk mencocokkan keterangan korban di berita acara pemeriksaan dengan tempat kejadian sebenarnya.

"Di sini mensinkronkan keterangan tersangka dengan kejadian yang terjadi di TKP (Tempat Kejadian Perkara). Disini sudah jelas untuk kejadian dan beberapa adegan yang disesuaikan dengan berita acara," ujar Dony usai rekonstruksi pada Kamis (7/11/2019) sore.

Dony menambahkan, berdasarkan rekonstruksi tadi memang hasil pemeriksaan kematian korban sesuai dengan kejadian di lokasi. "Di kamar mandi korban kondisinya telentang lalu diinjak sekali di bagian perut, kemudian korban miring ke kiri lalu diinjak lagi sebanuyak dua kali di bagian punggung korban dengan keras," ujar Dony.

Baca Juga: Gara-Gara Kuda, Anak Tewas Dianiaya & Ayahnya Luka-Luka 

Saat korban mulai menangis dan menggigil, tersangka membawa AG ke kamar tidur dan melumuri badan AG yang tak mengenakan pakaian dengan minyak telon, serta meminumi korban dengan teh hangat.

"Karena tetap menggigil, korban barulah digendong ke dapur, barulah disini dipanggang kaki korban di atas kompor. Karena tak ada perubahan dipakaikan baju lalu dibawa ke rumah sakit," paparnya.

Namun, sesampainya di rumah sakit, nyawa AG tak tertolong meski telah dilakukan sejumlah penanganan medis.

Sebelumnya, balita bernama AG dinyatakan meninggal dunia di RS Reva Husada Tlogowaru, berdasarkan pengakuan awal dari ayah tiri korban, tenggelam di bak kamar mandi. Namun, kejanggalan terungkap saat AG dibawa pulang dari rumah sakit ke rumah keluarga ibu kandungnya di Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.

Sejumlah luka memar di punggung dan luka melepuh diduga bekas tersengat benda panas ditemukan di kepala dan kaki.

Polisi sendiri menemukan kejanggalan keterangan orang tua korban dengan hasil olah tempat kejadian perkara yang dilakukan pada Kamis siang 31 Oktober 2019.

Polisi akhirnya menetapkan Ery sebagai tersangka berdasarkan hasil autopsi tubuh korban, olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), keterangan saksi, dan interograsi ulang kepada ayah tiri korban.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini