nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Vietnam Vonis Penjara Pria 70 Tahun Atas Tuduhan Terorisme

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 12 November 2019 13:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 12 18 2128761 vietnam-vonis-penjara-pria-70-tahun-atas-tuduhan-terorisme-y2j8j24moi.jpg Chau Van Kham. (Foto/ABC Australia)

HANOI – Sebuah pengadilan di Vietnam menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara kepada warga negara Australia berusia 70 tahun atas tuduhan terorisme.

Chau Van Kham, seorang pensiunan tukang roti, adalah anggota kelompok hak asasi manusia Viet Tan, yang oleh pemerintah Vietnam dianggap sebagai organisasi teroris, melansir BBC, Selasa (12/11/2019).

Dia dituduh merekrut anggota untuk kelompok itu, mengumpulkan dana untuk "kegiatan anti-negara" dan bergabung dengan protes anti-Vietnam di Australia.

Di pengadilan, ia membantah melakukan tindakan teroris, kata pengacaranya. "Kegiatannya damai," katanya.

Baca juga: Pengakuan Pria Vietnam yang Menjadi Petani Ganja di Inggris

Baca juga: Vietnam Minta Bantuan Ilmuwan Rusia untuk Awetkan Jasad Ho Chi Minh

Viet Tan menyebut kasus itu sebagai "pengadilan palsu" dan menuduh Vietnam "mengkriminalisasi advokasi hak asasi manusia". Kelompok itu mengatakan Kham berada di Vietnam untuk melakukan penelitian hak-hak sipil ketika dia ditangkap pada Januari.

Human Rights Watch mengatakan bahwa Vietnam "menjatuhkan hukuman mati yang pada dasarnya", mengingat usia Chau Van Kham.

"Dia telah dipenjara atas tuduhan palsu, bermotivasi politik yang menunjukkan betapa takutnya Vietnam terhadap orang-orang yang menggunakan hak-hak mereka dan menuntut demokrasi sejati," kata wakil direktur kelompok itu Phil Robertson dari Asia.

Pengadilan memerintahkan agar Chau Van Kham, yang meninggalkan negara asalnya di atas kapal setelah Perang Vietnam dan tiba di Australia pada tahun 1983, dideportasi setelah masa tahanannya.

Meskipun melakukan banyak reformasi ekonomi liberal, Vietnam tetap menjadi negara komunis satu partai yang secara teratur memenjarakan para pembangkang.

Dalam laporan dunia 2019, Human Rights Watch mengatakan "catatan hak asasi manusia yang mengerikan Vietnam memburuk" tahun lalu, ketika pemerintah menghukum pembangkang dengan hukuman penjara yang lebih lama, memerintahkan serangan terhadap pembela hak asasi manusia dan mengeluarkan undang-undang yang selanjutnya mengancam kebebasan berekspresi.

Pada Juni, pengadilan Vietnam menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara kepada warga negara Amerika Serikat Michael Phuong Minh Nguyen karena berusaha "menggulingkan negara".

(fzy)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini