nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Guru Ini Dipenjara 11 Tahun kerena Posting Anti-Negara

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 15 November 2019 16:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 15 18 2130315 guru-dipenjara-11-tahun-kerena-posting-anti-negara-di-vietnam-arGsCD3o62.jpg Ilustrasi Foto/Reuters

HANOI - Pengadilan di Vietnam memenjarakan seorang guru musik selama 11 tahun pada Jumat (15/11/2019) setelah terdakwa menulis serangkaian posting di Facebook yang menurut pemerintah "anti-negara".

Meskipun reformasi ekonomi meluas dan meningkatkan keterbukaan terhadap perubahan sosial, Partai Komunis yang berkuasa di Vietnam mempertahankan sensor media yang ketat dan tidak mentolerir kritik.

Nguyen Nang Tinh (43) dituduh membuat dan menyebarkan informasi dan bahan-bahan anti-negara kata, Nguyen Van Mieng, kata pengacara Tinh.

"Di persidangan, Tinh mengatakan tuduhan itu tidak benar karena akun Facebook ini bukan miliknya," kata Mieng mengutip Reuters.

"Jaksa penuntut berpegang pada gagasan bahwa pengguna Facebook bernama Nguyen Nang Tinh dan klien saya Nguyen Nang Tinh adalah orang yang sama".

Tinh, yang mengajar musik di sebuah perguruan tinggi provinsi, ditangkap pada Mei setelah ia ditemukan menulis dan berbagi posting dan video anti-negara di akun Facebook-nya, kata polisi dalam sebuah pernyataan.

Akhir bulan lalu, seorang arsitek berusia 54 tahun dipenjara selama 12 bulan atas tuduhan ia mengunggah posting anti-pemerintah ke akun Facebook-nya, kata polisi dalam pernyataan terpisah di situs web departemen.

Facebook banyak digunakan di negara Asia Tenggara dan berfungsi sebagai platform utama untuk e-commerce dan perbedaan pendapat. Pada Januari, Vietnam menuduh Facebook melanggar undang-undang dengan mengizinkan pengguna memposting komentar anti-pemerintah.

Raksasa media sosial AS itu mengatakan pada Mei lalu bahwa mereka telah meningkatkan jumlah konten yang membatasi akses ke Vietnam hingga lebih dari 500% pada paruh terakhir 2018.

“Nguyen Nang Tinh adalah yang terbaru dalam barisan panjang para pembangkang yang ditargetkan untuk memposting informasi dan kritik di Facebook,” John Sifton, direktur advokasi Asia di Human Rights Watch mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis, sebelum persidangan.

Tinh akan ditempatkan di bawah tahanan rumah selama lima tahun setelah menjalani hukuman penjara, kata pengacaranya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini