MANADO – Hingga Sabtu 16 November 2019 pukul 16.00 Wita, hasil monitoring BMKG terhadap Gempa Laut Maluku dengan Magnitudo 7,1 menunjukkan telah terjadi 177 kali aktivitas gempa susulan (aftershocks) dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman.
"Gempa susulan dengan magnitudo paling besar mencapai M 6,1 dan terkecil M 2,7. Gempa susulan yang guncangannya dirasakan masyarakat terjadi sebanyak 9 kali," ujar Kasi Data dan Info BMKG Sulut Edward H Mengko, Sabtu (16/11/2019).
Gempa Laut Maluku merupakan tipe gempa yang didahului aktivitas gempa pendahuluan (foreshocks), kemudian terjadi gempa utama (main shock) dengan magnitudo paling besar, selanjutnya diikuti serangkaian aktivitas gempa susulan (aftershocks).

"Hasil monitoring BMKG menunjukkan sebelum terjadi gempa utama M 7,1 di Laut Maluku pada 14 November 2019 terjadi aktivitas gempa berkekuatan kecil yang merupakan gempa pendahuluan (foreshocks)," kata Mengko.
Baca Juga : Maluku Diguncang Gempa, Jokowi Sebut Penanganannya Sudah Lebih Baik
Peta seismisitas Laut Maluku menunjukkan, pada 12 November 2019 di sekitar lokasi episenter gempa utama M 7,1 terdapat 2 aktivitas gempa berkekuatan M 4,4 dan M 3,4.
"Ini bukti bahwa Gempa Laut Maluku didahului aktivitas gempa pembuka," tutur Mengko.
Baca Juga : Gempa Maluku: 36 Unit Bangunan Rusak, 3 Warga Luka Tertimpa Batu Bata
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.