Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Presiden Gotabaya Rajapaksa Lantik Saudaranya Sendiri Sebagai PM Sri Lanka

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 21 November 2019 |17:47 WIB
Presiden Gotabaya Rajapaksa Lantik Saudaranya Sendiri Sebagai PM Sri Lanka
Presiden Gotabaya Rajapaksa dan saudaranya Perdana Menteri Mahinda Rajapaksa bersalaman dalam upacara pelantikan di Kolombo, Sri Lanka, 21 November 2019. (Foto: Reuters)
A
A
A

KOLOMBO - Presiden Sri Lanka yang baru terpilih, Gotabaya Rajapaksa pada Kamis melantik dan mengambil sumpah saudara laki-lakinya, mantan presiden Mahinda Rajapaksa, sebagai perdana menteri. Ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah Sri Lanka dua saudara kandung memegang dua posisi politik tertinggi, sekaligus menegaskan kembalinya politik keluarga yang kuat di negara Asia Selatan itu.

Penunjukan Mahinda Rajapaksa, 74 tahun, dilakukan hanya beberapa jam setelah mantan perdana menteri Ranil Wickremesinghe mengajukan pengunduran dirinya menyusul kekalahan kandidat partainya atas presiden ke Gotabaya Rajapaksa pada dalam pemilihan umum akhir pekan lalu. Mahinda hanya akan bertanggungjawab atas pemerintahan sementara Sri Lanka sampai pemilihan parlemen tahun depan.

BACA JUGA: Mantan Kepala Pertahanan Rajapaksa Menangi Pemilihan Presiden Sri Lanka

Dalam sebuah upacara di ibu kota Kolombo pada Kamis, Gotabaya mengambil sumpah saudaranya dengan disaksikan istri, putra dan menantu perempuan mereka masing-masing.

"Saya ingin mengucapkan selamat dan menyampaikan harapan terhangat saya kepada Hon Mahinda Rajapaksa, Perdana Menteri Republik Demokratik Sosialis Sri Lanka," tweeted Gotabaya setelah pelantikan sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (21/11/2019).

Gotabaya, 70 tahun, sebelumnya menjabat sebagai kepala pertahanan di bawah saudaranya Mahinda, yang menjabat sebagai presiden Sri Lanka dari 2005-2015. Mahinda, yang menjadi pemimpin oposisi Sri Lanka sejak Januari, sebelumnya telah dua kali memegang jabatan perdana menteri.

Kakak-beradik itu menghadapi tugas berat untuk menghidupkan kembali ekonomi Sri Lanka, yang berada dalam kemerosotan terburuk dalam hampir dua dekade setelah serangan Minggu Paskah yang menewaskan lebih dari 250 orang di gereja dan hotel di Kolombo. Serangan itu melukai nilai rupee dan sektor pariwisata Sri Lanka yang sangat penting.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement