Sindikat penipuan ini telah beroperasi di Malaysia selama sekitar enam bulan dan bangunan itu digunakan sebagai pusat panggilan.
Investigasi menunjukkan bahwa kelompok itu menargetkan para korban di China dengan menawarkan pengembalian yang cepat dan menguntungkan dalam penipuan investasi mereka.
“Semua [pelaku] masuk ke negara ini menggunakan izin kunjungan sosial. Hampir semuanya tidak dapat menunjukkan paspor mereka setelah ditangkap.
"Tidak ada perwakilan yang mengajukan dokumen mereka dan kedutaan China telah diberitahu terkait penangkapan," ujar Datuk Khairul Dzaimee Daud.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.