Untuk itulah, Wahyu Pranowo Hadi meminta agar tidak ada lagi spekulasi terkait pemberitaan meninggalnya Aji. Karena pihak keluarga sudah ikhlas dengan kematian si bungsu dari enam bersaudara tersebut.
"Setiap orang pasti akan meninggal. Dan cara meninggalnya setiap orang. Pasti berbeda-beda. Dan kematian Aji ditentukan Tuhan dengan cara berbeda. Keluarga sudah ikhlas, jadi kematian Aji dengan cara gantung diri, jangan lagi jadi konsumsi publik," kata pria yang akrab di sapa Wahyu ini.
Pihaknya meminta agar publik memberi ruang bagi keluarga untuk menenangkan diri. Sampai saat ini baik orangtua Aji dan juga keluarga besarnya masih sangat syok.
"Saya perwakilan keluarga mohon maaf untuk teman-teman media, belum bisa menemui. Mereka masih berduka," tuturnya.
Menurut Pranowo, setelah dinyatakan lulus dari sekolah pilot di Curug, Aji pun bergabung di Wings Air. Tak terasa, Aji, sudah bekerja di Wings Air selama lima tahun.
"Aji sosok yang ceria dan gampang bergaul. Bekerja sebagai kopilot sudah lima tahun lamanya, usai dinyatakan lulus dari sekolah pilot di Curug," ujarnya.
Keputusan Aji menjadi pilot karena mengikuti jejak kakaknya Angga yang bekerja sebagai engineering di Bandara. Pertemuan Aji dengan keluarga, ungkap Wahyu, tiga bulan lalu atau sehari sebelum Aji menikahi teman kuliahnya di Curug.
Terkait beredarnya pemberitaan Aji nekat mengakhiri hidupnya karena dipecat dan diharuskan membayar denda sekitar Rp6 miliar pada pihak maskapai, pihak keluarga tidak mengetahuinya.
"Surat pemecatan atau surat denda keluarga tidak tahu dan tidak melihatnya. Tapi saat kemarin ada perwakilan dari instansi Aji juga datang melayat ke rumah duka," ujarnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.