nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keluarga Minta Kematian Kopilot Wings Air Tidak Jadi Konsumsi Publik

Bramantyo, Jurnalis · Jum'at 22 November 2019 16:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 22 512 2133226 keluarga-minta-kematian-kopilot-wings-air-tidak-jadi-konsumsi-publik-TDy20UvqXW.jpg Keluarga Kopilot Wings Air Nicolaus Anjar Aji Suryo Putro (Foto: Okezone/Bramantyo)

KARANGANYAR - Kediaman keluarga Nicolaus Anjar Aji Suryo Putro, Kopilot Wings Air di Desa Manggung RT 002 RW 08, Kelurahan Cangakan, Kecamatan, Karanganyar, Jawa Tengah terlihat sepi. 

Saat Okezone tiba di rumah berukuran besar, terlihat pintu gerbang rumah dibiarkan terbuka. Tumpukan kursi platik terlihat di halaman rumah.

Setelah berulang kali mengucapkan salam, dari dalam rumah keluar seorang pria lanjut usia tengah menggendong seorang bayi menemui Okezone. Setelah mengetahui yang datang dari media, pria tersebut mempersilakan Okezone menunggu sejenak.

Tak lama kemudian, bukan pria tadi yang keluar. Namun, pria lainnya keluar menemui okezone dan memberikan secarik kertas berisi nomer telepon. Pria itu meminta Okezone untuk menghubungi nomor tersebut.

"Silakan hubungi nomr itu. Keluarga sudah menyerahkannya padanya untuk menjawab pertanyaan," ujar pria tersebut sambil kembali masuk ke dalam rumah tanpa menyebutkan namanya, Jumat (22/11/2019).

Baca Juga: Kopilot Wings Air Ditemukan Tewas Bunuh Diri

Ilustrasi

Karena tak ada satu pun yang menjelaskan, Okezone akhirnya meninggalkan rumah tersebut. Belum beranjak dari rumah Aji (panggilan Kopilot Wings Air) seorang perempuan langsung menutup pintu gerbang.

Berbekal secarik kertas berisi nomor yang diberikan, Okezone langsung menghubungi Wahyu Pranowo Hadi perwakilan keluarga.

Kepada Okezone, Wahyu Pranowo Hadi mengatakan, pihak keluarga sangat terpukul dengan kejadian yang menimpa Aji. Apalagi, sejak kematian Aji, muncul simpang siur pemberitahuan yang dinilai sangat merugikan pihak keluarga.

Baca Juga: Warga Digegerkan Penemuan Mayat Pria Misterius di Warung Kosong

Untuk itulah, Wahyu Pranowo Hadi meminta agar tidak ada lagi spekulasi terkait pemberitaan meninggalnya Aji. Karena pihak keluarga sudah ikhlas dengan kematian si bungsu dari enam bersaudara tersebut.

"Setiap orang pasti akan meninggal. Dan cara meninggalnya setiap orang. Pasti berbeda-beda. Dan kematian Aji ditentukan Tuhan dengan cara berbeda. Keluarga sudah ikhlas, jadi kematian Aji dengan cara gantung diri, jangan lagi jadi konsumsi publik," kata pria yang akrab di sapa Wahyu ini.

Pihaknya meminta agar publik memberi ruang bagi keluarga untuk menenangkan diri. Sampai saat ini baik orangtua Aji dan juga keluarga besarnya masih sangat syok.

"Saya perwakilan keluarga mohon maaf untuk teman-teman media, belum bisa menemui. Mereka masih berduka," tuturnya.

Menurut Pranowo, setelah dinyatakan lulus dari sekolah pilot di Curug, Aji pun bergabung di Wings Air. Tak terasa, Aji, sudah bekerja di Wings Air selama lima tahun.

"Aji sosok yang ceria dan gampang bergaul. Bekerja sebagai kopilot sudah lima tahun lamanya, usai dinyatakan lulus dari sekolah pilot di Curug," ujarnya.

Keputusan Aji menjadi pilot karena mengikuti jejak kakaknya Angga yang bekerja sebagai engineering di Bandara. Pertemuan Aji dengan keluarga, ungkap Wahyu, tiga bulan lalu atau sehari sebelum Aji menikahi teman kuliahnya di Curug.

Terkait beredarnya pemberitaan Aji nekat mengakhiri hidupnya karena dipecat dan diharuskan membayar denda sekitar Rp6 miliar pada pihak maskapai, pihak keluarga tidak mengetahuinya.

"Surat pemecatan atau surat denda keluarga tidak tahu dan tidak melihatnya. Tapi saat kemarin ada perwakilan dari instansi Aji juga datang melayat ke rumah duka," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini