nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelang Akhir Tahun, Bea Cukai Sita Jutaan Batang Rokok Ilegal

Selasa 03 Desember 2019 18:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 03 340 2137520 jelang-akhir-tahun-bea-cukai-sita-jutaan-batang-rokok-ilegal-oD84ll7hqA.jpg Foto: Dirjen Bea Cukai

JAKARTA – Bea Cukai di seluruh Indonesia hingga akhir 2019 masih melakukan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal. Penindakan tersebut dikemas dalam operasi ‘Gempur Rokok Ilegal’.

Belum lama ini, tim Kantor Bea Cukai Riau menyita 5,5 juta batang rokok ilegal dari tempat penimbunan di wilayah Riau. Penindakan yang berlangsung pada 26 dan 29 September 2019 itu melibatkan personel TNI.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Riau, Ronny Rosfyandi menuturkan, terungkapnya lokasi penimbunan rokok ilegal berkat informasi dari masyarakat. Tim kemudian memeriksa bangunan yang dimaksud dan ditemukan 552 karton rokok tanpa dilekati pita cukai.

"Dalam penangkapan ini, kita tetapkan dua tersangka yaitu D sebagai penyedia rokok dan W sebagai pedagang. D kita tangkap di Jakarta usai turun dari pesawat," ujar Ronny.

Kedua tersangka dikenakan sanksi pelanggaran UU No 30 tahun 2007 tentang Cukai dan terancam hukuman pidana hingga lima tahun serta denda hingga 10 kali lipat nilai yang seharusnya dibayarkan.

"Perkiraan nilai barang yang disita mencapai Rp3,9 Miliar dan potensi kerugian negara sebesar Rp2,5 Miliar," tutup Ronny.

Kasus ini pun telah menjalani penyidikan dengan terbitnya P-21 tertanggal 19 November 2019 dan selanjutnya tersangka beserta barang bukti diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Riau.

Selain penindakan di Riau, Bea Cukai Purwokerto juga telah berhasil mengamankan 199.600 batang rokok tanpa dilekati pita cukai pada Minggu 17 November 2019 di Jalan Raya Kemranjen Timur, Banyumas.

Kepala Kantor Bea Cukai Purwokerto, Nelson Hasoloan menyatakan bahwa penindakan tersebut bermula dari informasi bahwa adanya pengiriman rokok ilegal dengan menggunakan sarana pengangkut roda empat dari Kudus menuju Banyumas. Atas informasi tersebut, tim gabungan Bea Cukai Purwokerto, Kudus, dan Cilacap melakukan operasi tertutup dan mendapati kendaraan sesuai dengan informasi tersebut, dan atas sarana pengangkut tersebut dilakukan penegahan dan pemeriksaan.

“Dari hasil pemeriksaan ditemukan rokok siap edar tanpa dilekati pita cukai sebanyak 199.600 batang rokok dengan total perkiraan nilai barang sebesar Rp85,5 juta dan total potensi kerugian negara Rp56,5 juta,” jelas Nelson.

Seluruh barang bukti dan pelaku AHA (16) dan IWD (30) dibawa petugas ke kantor Bea Cukai Purwokerto untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kemudian, pada Kamis 21 November 2019, giliran Bea Cukai Pekanbaru menindak peredaran 300 ribu batang rokok ilegal menggunakan sarana pengangkut minibus di Kabubaten Pelalawan Riau.

Kepala Kantor Bea Cukai Pekanbaru, Prijo Andono menjelaskan bahwa penindakan tersebut telah menambah daftar tangkapan selama operasi gempur rokok ilegal ini. “Bea Cukai Pekanbaru berkomitmen untuk terus menekan peredaran rokok ilegal, dan apabila ada masyarakat yang mengetahui tentang penjualan ataupun peredarannya, jangan segan melaporkan kepada kami,” tegas Prijo.

Rokok ilegal tidak pernah terverifikasi atas bahan kandungannya, sehingga sangat membahayakan kesehatan masyarakat yang mengonsumsinya. Peredaran rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai juga menghambat penerimaan negara, yang pada akhirnya menghambat pembangunan infrastruktur, fasilitas umum, fasilitas kesehatan, dan fasilitas pendidikan bagi masyarakat. (adv)

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini