Kota Bitung Diguncang 2 Kali Gempa Bumi Tektonik

Subhan Sabu, Okezone · Selasa 03 Desember 2019 19:58 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 03 340 2137572 kota-bitung-diguncang-2-kali-gempa-bumi-tektonik-qQMOF2SW85.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

MANADO - Wilayah Provinsi Sulawesi Utara diguncang dua kali gempabumi tektonik. Hasil analisis BMKG, gempabumi pertama terjadi pukul 17.52.24 Wita menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan Magnitudo 5,0 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi Magnitudo 5,2.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1.51 Lintang Utara dan 126.14 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 106 km arah Timur Kota Bitung, Sulawesi Utara pada kedalaman 10 km.

Gempabumi kedua terjadi pukul 17.55.29 Wita, hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan Magnitudo 5,3 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi Magnitudo 5,4.

 Baca juga: Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Seram Timur Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1.5 Lintang Utara dan 126.2 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 113 km arah Timur Kota Bitung, Sulawesi Utara pada kedalaman 10 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, kedua gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat deformasi di dasar laut lempeng Laut Maluku," ujar Kasi Data dan Info BMKG Sulut Edward H Mengko, Selasa (3/12/2019).

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan oblik naik (oblique thrust fault). Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Pulau Mayau III MMI, Manado, Tondano, Siau Bitung, Tomohon, Minahasa Tenggara dan Tagulandang II MMI

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Mengko.

 Baca juga: Gempa Magnitudo 4,4 Guncang Tojo Unauna Sulteng

Menurut Mengko, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi aktivitas gempabumi susulan (aftershock) sebanyak 2 kali.

Kepada masyarakat Mengko mengimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," pungkas Mengko.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini