Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Trump dan Macron Terlibat Perselisihan Tajam Jelang Peringatan 70 Tahun NATO

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 04 Desember 2019 |09:46 WIB
Trump dan Macron Terlibat Perselisihan Tajam Jelang Peringatan 70 Tahun NATO
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron. (Foto: Reuters)
A
A
A

LONDON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron berselisih mengenai masa depan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menjelang KTT peringatan 70 tahun blok pertahanan Barat itu.

Dalam serangkaian pertukaran komentar tajam yang menggarisbawahi perselisihan dalam pakta militer itu. Trump menuntut agar Eropa membayar lebih untuk membiayai pertahanan kolektifnya dan membuat konsesi untuk kepentingan AS di bidang perdagangan.

BACA JUGA: Dikritik Soal Operasi Militer, Turki Tuduh Macron Sponsori Terorisme di Suriah

Sementara itu, Macron mempertahankan komentar yang disampaikannya bulan lalu, yang menyatakan bahwa NATO saat ini mengalami absennya tujuan strategis, yang menurutnya seperti kondisi “mati otak”. Dia juga mengkritik sesama anggota NATO, Turki, yang ia tuduh bekerja dengan proxy Negara Islam (IS).

Washington dan Paris telah lama memperdebatkan tujuan dari NATO. Prancis menentang perang Irak 2003, namun ketegangan terbaru yang terjadi antara kedua negara akan menambah keraguan tentang masa depan aliansi yang telah tumbuh dengan ambivalensi Trump atas komitmen AS untuk mempertahankan Eropa.

Trump mengatakan kritik Macron terhadap NATO adalah "sangat, sangat jahat" dan mempertanyakan apakah militer AS harus membela negara yang "nakal" pada target aliansi untuk pengeluaran militer nasional.

"Tidaklah benar untuk memanfaatkan NATO dan kemudian juga mengambil keuntungan di perdagangan, dan itulah yang terjadi. Kita tidak bisa membiarkan itu terjadi," kata Trump tentang perselisihan tersebut sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (4/12/2019). Kedua negara berselisih tentang berbagai masalah mulai dari sektor dirgantara sampai pajak layanan digital Eropa pada raksasa teknologi AS.

Semua 29 negara anggota NATO memiliki target menghabiskan 2% dari produk domestik bruto mereka untuk pertahanan dan Trump telah menyorot Jerman karena gagal mencapai tujuan itu. Tetapi Macron mendukung kritiknya terhadap NATO dan mengatakan masalah sebenarnya adalah kegagalan untuk menempa tujuan yang jelas sejak akhir Perang Dingin.

"Jika kita menginvestasikan uang dan menempatkan nyawa prajurit kita dalam risiko di teater operasi (militer), kita harus jelas tentang dasar-dasar NATO," katanya dalam sebuah tweet pada Selasa, hari yang dibayangi oleh ketegangan antara para pemimpin Prancis dan AS.

Seorang pejabat kepresidenan Prancis mengatakan Trump sering membuat pernyataan keras menjelang pertemuan bilateral dan mendinginkan retorikanya nanti. Dia mencatat bahwa Macron dan Trump "bertukar lelucon dan sangat santai" pada konferensi pers bersama di London.

Di sisi lain perselisihan, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengancam akan memblokir rencana untuk membela negara-negara Baltik dan Polandia terhadap serangan Rusia kecuali NATO mendukung Ankara dalam mengakui milisi YPG Kurdi sebagai kelompok teroris.

Pejuang YPG telah lama menjadi sekutu AS dan Prancis melawan Negara Islam di Suriah. Turki menganggap mereka musuh karena hubungan dengan pemberontak Kurdi di tenggara negara itu.

"Jika teman-teman kami di NATO tidak mengakui mereka yang kami anggap sebagai organisasi teroris, sebagai organisasi teroris... kami akan menentang langkah apa pun yang akan diambil di sana," kata Erdogan sebelum melakukan perjalanan ke London.

Pasukan NATO. (Reuters)

Erdogan telah memiliki hubungan yang tegang dengan NATO menyusul langkahnya membeli sistem pertahanan udara Rusia. Trump mengatakan dia sedang mempertimbangkan untuk menjatuhkan sanksi pada Ankara atas masalah ini.

Ketidakpastian rencana untuk Polandia dan negara-negara Baltik, dibuat atas permintaan mereka setelah Rusia mencaplok Krimea dari Ukraina pada 2014, menimbulkan masalah tentang keamanan di semua perbatasan NATO.

BACA JUGA: Donald Trump Minta Erdogan Tidak Membeli Sistem Pertahanan Rudal Rusia

Di bawah Perjanjian Pakta Pertahanan Atlantik Utara 1949, sebuah serangan terhadap salah satu sekutu, anggota NATO adalah serangan terhadap semua anggotanya, dan aliansi ini memiliki strategi militer untuk pertahanan kolektif di seluruh wilayahnya.

KTT peringatan 70 Tahun NATO akan digelar di sebuah hotel di Hertfordshire, dekat London, pada Rabu, 4 November. Pada Selasa malam, para pemimpin aliansi menghadiri resepsi yang diselenggarakan oleh Ratu Elizabeth di Istana Buckingham. Mereka kemudian disambut di Downing Street 10 oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, tuan rumah KTT kurang dari sepekan sebelum negara menghadapi pemilihan.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement