nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Australia Cabut UU Evakuasi Medis bagi Pengungsi dan Pencari Suaka

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 04 Desember 2019 12:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 04 18 2137812 australia-cabut-uu-evakuasi-medis-bagi-pengungsi-dan-pencari-suaka-x80HH36fmA.jpg Demonstrasi menentang kebijakan penahanan pengungsi yang diberlakukan Australia. (Foto: Getty)

CANBERRA - Pemerintah Australia secara kontroversial mencabut undang-undang (UU) yang mengizinkan pengungsi yang sakit di lepas pantainya untuk dirawat di negara itu. Dorongan pemerintah untuk mencabut UU "medevac" (evakuasi medis), yang disahkan oleh anggota parlemen oposisi pada Februari itu, telah menuai kritik, menyebut keputusan itu kejam dan tidak manusiawi.

Perdana Menteri Scott Morrison berpendapat bahwa UU tersebut telah menghadirkan risiko "keamanan nasional" bagi Australia.

BACA JUGA: 378 Pencari Suaka yang Berada di Pulau Manus Dipindahkan Secara Paksa

Sampai saat ini, sedikitnya 12 orang telah tewas di bawah kebijakan penahanan lepas pantai yang diberlakukan Negeri Kanguru terhadap para pengungsi. Sejak 2013, Australia telah mengirim pengungsi dan pencari suaka yang tiba dengan perahu ke pusat penahanan di Nauru dan Papua Nugini (PNG).

Canberra telah membela kebijakan penahanan itu dengan mengatakan bahwa langkah tersebut berhasil menghentikan kematian pengungsi di laut dan mencegah terjadinya perdagangan manusia.

UU Medevac disahkan pada Februari menyusul kemarahan publik tentang krisis kesehatan para pengungsi yang ditahan, termasuk anak-anak, di Pulau Nauru dan Pulau Manus, PNG. Ada laporan bahwa anak-anak, semuda 11 tahun yang mencoba bunuh diri.

Para ahli telah berulang kali memperingatkan tentang fasilitas medis di pulau-pulau itu yang tidak memadai, sementara PBB sebelumnya menggambarkan kondisi kamp sebagai "tidak manusiawi". UU medevac mengizinkan dokter untuk mengevakuasi pengungsi dan pencari suaka yang sakit ke Australia untuk perawatan medis yang mendesak.

Pemerintah mengatakan sebagai hasil dari UU medevac, 135 pengungsi dibawa ke daratan Australia untuk mendapat perawatan tahun ini. Dikatakan bahwa undang-undang itu merupakan risiko "perlindungan perbatasan" dan merupakan "celah" bagi para advokat pengungsi untuk membawa pencari suaka ke Australia.

"Undang-undang medevac yang lemah dan buruk harus dicabut untuk memperkuat keamanan nasional kita lagi," kata pemimpin Senat pemerintah, Mathias Cormann sebagaimana dilansir BBC, Rabu (4/12/2019).

BACA JUGA: Terungkap 2.116 Kisah Kelam Pengungsi di Nauru

Dalam pernyataan yang menentang pencabutan itu, anggota parlemen oposisi mengatakan pemerintah "tidak memiliki hati".

"(Langkah) ini akan menolak perawatan orang sakit. Ini akan menolak kesempatan orang sakit untuk mengunjungi dokter," kata Senator Buruh Kristina Keneally.

Jajak pendapat menunjukkan bahwa 62% pemilih mendukung undang-undang.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini