UU Medevac disahkan pada Februari menyusul kemarahan publik tentang krisis kesehatan para pengungsi yang ditahan, termasuk anak-anak, di Pulau Nauru dan Pulau Manus, PNG. Ada laporan bahwa anak-anak, semuda 11 tahun yang mencoba bunuh diri.
Para ahli telah berulang kali memperingatkan tentang fasilitas medis di pulau-pulau itu yang tidak memadai, sementara PBB sebelumnya menggambarkan kondisi kamp sebagai "tidak manusiawi". UU medevac mengizinkan dokter untuk mengevakuasi pengungsi dan pencari suaka yang sakit ke Australia untuk perawatan medis yang mendesak.
Pemerintah mengatakan sebagai hasil dari UU medevac, 135 pengungsi dibawa ke daratan Australia untuk mendapat perawatan tahun ini. Dikatakan bahwa undang-undang itu merupakan risiko "perlindungan perbatasan" dan merupakan "celah" bagi para advokat pengungsi untuk membawa pencari suaka ke Australia.
"Undang-undang medevac yang lemah dan buruk harus dicabut untuk memperkuat keamanan nasional kita lagi," kata pemimpin Senat pemerintah, Mathias Cormann sebagaimana dilansir BBC, Rabu (4/12/2019).