nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pedemo di Pakistan Kepung Kantor Surat Kabar Minta Pemimpin Redaksi Digantung

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 04 Desember 2019 18:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 04 18 2137931 pedemo-di-pakistan-kepung-kantor-surat-kabar-minta-pemimpin-redaksi-digantung-OfLxCvJQmc.jpg Demonstran di Pakistan ingin Pemimpin Redaksi koran Dawn digantung. (Foto/AP)

ISLAMABAD - Puluhan pedemo, Rabu (4/12/2019) mengepung sebuah surat kabar di Islamabad, ibu kota Pakistan, dengan memblokir pintu masuk selama beberapa jam, mengancam staf dan meminta pemimpin redaksi surat kabar itu digantung.

Protes serentak juga terjadi pada Selasa 3 Desember 2019 di kota Karachi, di mana pedemo berkumpul di Press Club, menuntut agar Zaffar Abbas, Pemred surat kabar Dawn dan penerbit Hameed Haroon digantung.

Para demonstran, yang kemudian bubar, marah karena koran berbahasa Inggris itu melaporkan bahwa penyerang di Jembatan London "berasal dari Pakistan."

Baca juga: Artis Media Sosial Tewas Dibunuh Kakak Usai Unggah Foto Kontroversial Bareng Ulama

Baca juga: Aksi Teror di London Bridge Menewaskan 2 Orang, Pelaku Ditembak Mati

Foto/Reuters

Protes itu dikecam oleh kelompok hak asasi Pakistan, organisasi jurnalis, politisi dan anggota masyarakat sipil yang mengadvokasi hak-hak jurnalis.

Dalam sebuah pernyataan, Komite Perlindungan Jurnalis mendesak Pakistan untuk mencegah protes terhadap surat kabar tersebut agar tidak berubah menjadi kekerasan.

"Orang-orang Pakistan memiliki hak untuk menentang dan berdemonstrasi untuk menentang surat kabar Dawn mengenai liputannya, tetapi mengancam membunuh sudah melebihi batas," kata Kathleen Carroll, ketua dewan di Committee to Protest Journalists melanisr Fox News.

Surat kabar Dawn memiliki sejarah hubungan yang tegang dengan militer negara itu.

Cyril Almeida, seorang jurnalis yang bekerja untuk Dawn, dituduh melakukan pengkhianatan pada tahun lalu setelah mewawancarai mantan Perdana Menteri Nawaz Sharif, di mana Sharif menuduh militer membantu para militan yang telah melakukan serangan teroris Mumbai 2008.

Sedangkan, Abbas pada bulan lalu dianugerahi Penghargaan Kebebasan Pers 2019 oleh Komite Perlindungan Jurnalis.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini