2 Hari Tanah Bergerak 8 Mm, Siswa & Guru Was-Was Sekolah Ambruk

Elis Novit, iNews.id · Rabu 04 Desember 2019 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 04 512 2138024 2-hari-tanah-bergerak-8-mm-siswa-guru-was-was-sekolah-ambruk-Trp45AabBr.jpg Foto Istimewa

BANJARNEGARA - Kondisi tanah bergerak di Desa Suwidak, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, Jawa Tengah masih terus terjadi hingga saat ini, pergerakan tanah di area lokasi SDN 01 Suwidak bahkan mencapai 8 milimeter (Mm) setiap dua hari, hal itu diketahui setelah diukur dengan menggunakan alat sederhana penggaris dan kayu yang di pasang di area rekahan ruang kelas.

Kondisi tanah gerak ini mengakibatkan 2 ruangan kelas yaitu kelas 4 dan 5 SD N 1 Suwidak alami rusak parah, pergerakan tanah mengakibatkan dinding yang jebol dan retak retak di semua sisi, tembong miring, lantai yang amblas hingga kedalaman 10 centi meter. Akibat ruangan kelas rusak siswa pun terpaksa menempati ruangan perpustakaan dan kantor guru.

 Baca juga: 2 Ruang Kelas SD di Banjarnegara Rusak Parah Imbas Tanah Bergerak

Guru pengajar di SDN 01 Suwidak, Sri Hartati mengaku pergerakan masih terus terjadi hingga saat ini, para siswa dan gurupun ketakutan saat sedang kegiatan belajar terdengar suara suara tembok dan kusen yang patah.

"Kami merasa takut dan khawatir apalagi saat ada hujan besar, pergerakan yang terjadi membuat suara-suara dan tembok yang retak, lokasi perpustakaan yang di pakai siswa ini juga sudah mulai retak," jelas Hartati, Rabu (4/12/2019).

 Tanah bergerak

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Banjarnegara, Noor Tamami mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan tim untuk penanganan kondisi SD Suwidak. Namun tanah di sekitar lokasi SD labil sehingga upaya perbaikan sulit dilakukan.

 Baca juga: Warga Jombang Digegerkan Fenomena Tanah Bergerak seperti Air

"Tim sudah turun untuk penanganan. Tetapi karena tanah di sana itu labil, jadi perbaikan harus, tidak asal kami akan meminta bantuan tenaga ahli. Bangunan yang cocok untuk tanah labil seperti di Suwidak ini seperti apa. Sebab, jika lokasinya dipindah juga sulit, karena kondisi tanah di Desa Suwidak sebagian besar labil," kata Noor.

 Tanah bergerak

Para siswa dan guru berharap bencana tanah gerak yang ada di sekolah ini bisa segera di tangani sehingga siswa, dan guru bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan tenang.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini