nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wanita Dipenjara karena Membuat CV Palsu untuk Mendapatkan Pekerjaan Bergaji Rp2,6 Miliar

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 05 Desember 2019 13:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 05 18 2138257 wanita-dipenjara-karena-membuat-cv-palsu-untuk-mendapatkan-pekerjaan-bergaji-rp2-6-miliar-ARmUJwE7kM.jpg Veronica Hilda Theriault menjabat sebagai Kepala Pejabat Informasi di Departemen Premier dan Kabinet. (Foto/ABC Australia)

SYDNEY - Seorang wanita Australia dijatuhi hukuman penjara selama satu tahun penjara karena membuat Curriculum Vitae atau daftar riwayat hidup palsu agar mendapatkan pekerjaan di lembaga pemerintahan dengan gaji USD185.000 (sekira Rp2,6 miliar) per tahun.

Melansir ABC Australia, Kamis (5/12/2019) Veronica Hilda Theriault (45) dituduh melakukan penipuan pada September 2017, dengan mencantumkan dokumen palsu dan penyalahgunaan jabatan publik. Dia mengaku bersalah atas semua tuduhan.

Hakim Pengadilan Negeri Michael Boylan pada Selasa 3 Desember 2019 memberi Theriault hukuman penjara 25 bulan, 12 bulan awal tidak memenuhi syarat untuk pembebasan bersyarat.

Baca juga: Australia Cabut UU Evakuasi Medis bagi Pengungsi dan Pencari Suaka

Baca juga: Kantor PM Australia Tak Sengaja Kirimkan Dokumen Rahasia ke Jurnalis dan Media

Boylan mengatakan Theriault melamar pekerjaan sebagai Kepala Pejabat Informasi di Departemen Premier dan Kabinet (DBC). Daftar riwayat Theriault dipenuhi dengan referensi palsu, pendidikan palsu, dan sejarah kerja yang penuh hiasan.

"CV itu membuat Anda [berpeluang] untu diwawancarai dalam pekerjaan itu. Anda memberikan dokumen itu ke Departemen Premier dan Kabinet dan [itu] adalah dasar untuk berurusan secara tidak jujur dengan dokumen," kata Boylan.

Boylan juga mengatakan bahwa Theriault berpura-pura menjadi salah satu referensi ketika seorang perekrut dipanggil sebagai bagian dari proses perekrutan.

"Dia memberi respons yang baik pada penampilanmu, tetapi sebenarnya kau meniru Best," kata Boylan. "Nyonya Best yang asli tidak memberi Anda referensi."

Pengadilan juga mendengar argumen bahwa Theriault dipekerjakan dalam posisi sekitar sebulan sebelum kesehatan mentalnya menurun dan penipuannya terungkap, ABC melaporkan.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini