nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pusat Migran untuk Anak-Anak di Madrid Jadi Sasaran Serangan Granat

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 05 Desember 2019 21:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 05 18 2138512 pusat-migran-untuk-anak-anak-di-madrid-jadi-sasaran-serangan-granat-6et2buWOxq.jpg Foto: Getty.

MADRID - Tim penjinak bom di Madrid dengan aman menghancurkan sebuah granat yang menurut polisi dilemparkan melewati tembok pusat migran untuk anak-anak. Granat ditemukan pada Rabu pagi di teras pusat migran yang terletak di daerah Hortaleza di Madrid.

Polisi mengatakan itu adalah granat latihan yang hanya berisi sejumlah kecil bahan peledak.

Pusat Migran itu dievakuasi sementara para ahli melakukan ledakan terkendali. Tidak ada korban dalam insiden itu. Lusinan anak di bawah umur tanpa pendamping, banyak dari mereka adalah imigran, dilaporkan ditempatkan di perumahan pusat migran itu.

Pihak berwenang Spanyol sedang menyelidiki insiden itu tetapi polisi belum mengidentifikasi tersangka atau menetapkan motifnya.

Insiden yang diduga sebagai sebuah Serangan itu dikutuk secara luas oleh para politisi Spanyol dan aktivis hak asasi manusia. Banyak yang menghubungkan kejadian itu dengan retorika anti-imigran yang beredar.

"Inilah yang dibawa oleh ujaran kebencian," kata juru bicara Partai Sosialis yang berkuasa, Adriana Lastra da dalam sebuah tweet berbahasa Spanyol, sebagaimana dilansir BBC, Kamis (5/12/2019). "Itu (ujaran kebencian) perlu dilawan secara daring, di jalan-jalan dan di institusi kita."

Pusat migran itu telah berulangkali mengalami serangan, terutama pada Oktober, ketika sekitar tiga puluh pemuda mencoba untuk menyerbu masuk.

Dalam beberapa bulan terakhir, pusat migran itu telah menjadi fokus perdebatan nasional tentang imigrasi, yang sejauh mana isu itu telah menyebabkan masalah sosial di Spanyol.

Menjelang pemilihan umum Spanyol baru-baru ini pada November, politisi dan kelompok sayap kanan mengkritik pusat tersebut, menghubungkan para migran muda dengan meningkatnya kejahatan.

Surat kabar El Pais melaporkan bahwa granat itu diyakini merupakan senjata kelas militer.

Seorang karyawan di pusat itu mengatakan kepada surat kabar itu bahwa "xenophobia" terhadap migran mungkin berperan dalam insiden tersebut.

"Ini adalah batas absolut, kita tidak bisa terus bekerja seperti ini," kata karyawan itu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini