nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ratusan Rumah di Tasikmalaya Rusak Akibat Pergerakan Tanah

Kamis 05 Desember 2019 15:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 05 525 2138318 ratusan-rumah-di-tasikmalaya-rusak-akibat-pergerakan-tanah-8MObQYv5nL.JPG Seorang warga menunjukkan dinding rumahnya retak akibat pergerakan tanah (Foto: iNews.id)

TASIKMALAYA – Ratusan rumah warga di empat kampung di Desa Pusparahayu, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah dalam sebulan terakhir. Warga khawatir jika rumah mereka sewaktu-waktu ambruk.

Empat kampung yang terdampak bencana pergerakan tanah, yakni Kampung Burujul, Kampung Babakan, Kampung Cigadung, dan Kampung Jajaway, Desa Purparahayu.

Dikutip dari laman iNews.id, Kamis (5/12/2019), rumah warga rata-rata mengalami kerusakan di bagian dinding yang retak dan lantai yang ambles. Seperti terlihat di Kampung Burujul, Desa Pusparahayu, salah satu kampung yang terdampak bencana pergerakan tanah.

Bencana pergerakan tanah ini bukan pertama kali di Desa Pusparahayu. Sebelumnya pada tahun 2006 lalu, bencana serupa juga terjadi di Kampung Pendir yang mengakibatkan ratusan rumah warga rusak berat bahkan ambruk.

Pada 2006 itu pula, ratusan warga Kampung Pendir akhirnya mengungsi dan direlokasi ke Kampung Burujul, Babakan, Cigadung, dan Kampung Jajaway. Namun, saat ini kejadian serupa dialami oleh warga. Rumah yang saat ini mereka tempati dan merupakan bantuan dari pemerintah juga terdampak bencana pergerakan tanah. Rumah yang rusak di antaranya milik Idin (80) dan Hera (29).

Lantai Rumah RetakLantai rumah warga retak-retak (Foto: iNews.id)

Hera mengatakan, kerusakan rumahnya semakin parah tiap hari. Bagian dinding dan lantai rumahnya retak dan amblas. Dirinya dan keluarga selalu merasa khawatir dan takut, terutama saat malam hari. Mereka waswas rumahnya ambruk saat tidur. 

“Parahnya satu bulan terakhir ini, kami enggak bisa nyenyak tidur. Apalagi sekarang musim hujan. Setiap hari itu ada pergerakan. Temboknya pada pecah, kaca, dan keramik pecah. Lantai kembung dan kalau diinjak jadi pecah. Ada 146 rumah di empat kampung yang begini,” ujar Hera.

Menurut warga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya melalui kecamatan dan polisi sudah melakukan pengecekan. Sejumlah petugas melihat langsung kondisi rumah rumah warga yang terkena pergerakan tanah. Namun, pemerintah belum memberikan bantuan apa pun pada warga yang terdampak bencana.

“Menurut mereka memang kondisi rumah sudah bahaya. Tapi kami semua masih bingung kalau disuruh pindah mau ke mana, jadi kami masih mikir-mikir,” kata dia.

Saat ini warga berharap pemerintah daerah segera memberikan solusi atas persoalan pergerakan tanah. Mereka membutuhkan bantuan jika memang harus dipindahkan kembali ke lokasi lain yang aman dari musibah itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini