nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kebakaran Hutan Australia: Kabut Asap Menyelimuti Sydney Sepanjang Minggu

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 06 Desember 2019 16:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 06 18 2138785 kebakaran-hutan-australia-kabut-asap-menyelimuti-sydney-sepanjang-minggu-fjjEMPG5Ss.jpg Kabut asap menyelimuti kota Sydney imbas kebakaran hutan New South Wales, Australia. (Foto/Reuters)

SYDNEY – Sekitar 100 titik kebakaran hutan di negara bagian New South Wales (NSW) di Australia, meluas, berdampak kota Sydney diselimuti asap tebal sepanjang minggu.

Lebih dari 2.000 petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan kebakaran, yang meningkat intensitasnya pada Kamis, 5 Desember 2019 malam.

Melansir BBC, Jumat (6/12/2019) petugas pemadam kebakaran melarikan diri saat api di salah satu titik kebakaran hutan di pinggiran kota New South Wales, membesar.

Akibat kebakaran hutan tersebut, Sydney, kota terbesar di Australia, diselimuti asap tebal sepanjang minggu, menyebabkan gangguan kesehatan semakin meningkat.

Sejak Oktober, kebakaran hutan telah menewaskan enam orang dan menghancurkan lebih dari 700 rumah di seluruh Australia.

Tingkat keparahan kebakaran di Australia menyebabkan kewaspadaan, dan mendorong seruan untuk tindakan yang lebih besar untuk mengatasi perubahan iklim.

Baca juga: Koala Korban Kebakaran Hutan Australia Disuntik Mati karena Terluka Parah

Baca juga: Badai Debu Dahsyat Ubah Langit Kota Australia Jadi Oranye

Lebih dari 1,6 juta hektare lahan di NSW telah terbakar. Kebakaran juga berkobar di Queensland, Victoria, Australia Selatan, Australia Barat, dan Tasmania.

Foto/Reuters

Kebakaran membentang di seluruh garis pantai NSW pada Jumat, dengan beberapa peringatan darurat memicu di tengah kondisi panas dan berangin.

Pihak berwenang mengonfirmasi tiga titik kebakaran telah melebur menjadi kobaran besar, menghanguskan lahan lebih dari 300.000 hektare.

"Kami juga melihat kebakaran mulai mulai mendekati permukiman padat penduduk," kata Perdana Menteri NSW Gladys Berejiklian.

Banyak titik kebakaran telah berkobar selama berminggu-minggu. "Kami menghadapi hari yang berat," kata asisten komisaris Dinas Pemadam Kebakaran NSW Rob Rogers, menambahkan bahwa beberapa bangunan hancur dalam 24 jam terakhir.

Foto/Reuters

Petugas pemadam dari AS dan Kanada tiba di NSW minggu ini untuk membantu mengatasi kobaran api.

Di Queensland, pihak berwenang mengatakan setidaknya dua rumah telah hangus dalam satu hari terakhir.

Diselimuti asap

Kualitas udara Sydney memburuk dan meningkat ke arah berbahaya pada minggu ini karena asap dampak kebakaran. Halaman depan surat kabar Sydney Morning Herald pada hari Jumat berbunyi: "Sydney tercekik [asap] saat negara terbakar".

Penerimaan pasien di rumah sakit meningkat 25% dalam sepekan terakhir kata para pejabat. Mereka mengeluh masalah asma dan pernapasan.

Orang-orang telah diperingatkan untuk tetap tinggal di dalam ruangan, tetapi asap di beberapa wilayah daerah masuk ke dalam bangunan.

Dampak perubahan iklim

Kebakaran hutan biasa terjadi di Australia, tetapi musim kebakaran pada tahun ini lebih intens dan dimulai lebih awal dari biasanya, sesuatu yang menurut para ahli meteorologi diperburuk akibat perubahan iklim.

Biro Meteorologi Australia mengatakan bahwa perubahan iklim telah menyebabkan peningkatan kejadian panas ekstrem dan meningkatkan keparahan bencana alam lainnya, seperti kekeringan.

Pekan lalu, BMKG Australia mencatat bahwa NSW telah mengalami rekor musim semi paling kering.

Angka resmi menunjukkan 2018 dan 2017 merupakan tahun terpanas ketiga dan keempat di Australia.

Warga marah

Ketika api terus berkobar, pemerintah Australia dikritik dalam upayanya untuk mengatasi perubahan iklim. Perdana Menteri Scott Morrison membantah tuduhan yang menghubungkan krisis dengan kebijakan pemerintahnya.

Ratusan orang yang selamat dari kebakaran hutan dan petani berkumpul Canberra di ibu Australia, untuk protes. Seorang wanita memperlihatkan sisa-sisa rumahnya yang hangus di luar Parlemen, dan menulis, "Morrison, krisis iklimmu menghancurkan rumahku."

Pekan lalu PBB menegaskan bahwa Australia adalah di antara tujuh negara G20 yang perlu berbuat lebih banyak untuk memenuhi janji iklim mereka. Daftar ini juga mencakup Brasil, Kanada, Jepang, Republik Korea, Afrika Selatan, dan AS.

PBB sebelumnya telah mencatat bahwa Australia tidak memenuhi komitmen perjanjian Paris untuk mengurangi emisi CO2.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini