nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ratusan Sumur Minyak Ilegal di Jambi Ditutup

Azhari Sultan, Jurnalis · Jum'at 06 Desember 2019 14:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 06 340 2138660 ratusan-sumur-minyak-ilegal-di-jambi-ditutup-HPz9yVRT0h.jpg Tim Satgas Gabungan Menutup Ratusan Tambang Minyak Ilegal di Jambi (foto: Okezone/Azhari Sultan)

JAMBI - Tim Satgas Gabungan berhasil melakukan penutupan ratusan sumur minyak tanpa izin (illegal driling) yang ada di Jambi. Gubernur Jambi Fachrori Umar mengapresiasi kerja tim satgas. 

"Saya Gubernur Jambi, mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada tim satgas operasi illegal driling, baik dari unsur TNI, Polri, Dishub, ESDM, Biro Hukum Provinsi Jambi dan instansi terkait lainnya," ujar Fachrori, Jumat (6/12/2019).

Baca Juga: Tambang Minyak Ilegal di Jambi Meledak 

Dia menilai, keberhasilan mereka tidak lepas dari aksi sosialisasi tim gabungan selama sekitar satu pekan di dua kabupaten, yakni Kabupaten Batanghari dan Sarolangun yang telah memberikan imbauan dan sosialisasi kepada pelaku illegal driling untuk menghentikan aktivitasnya.

Di samping itu, Fachrori juga mendukung tim satgas yang saat ini melanjutkan kegiatannya pada tahap penertiban dan penegakan hukum. "Saya sangat mengapresiasi tim gabungan yang telah berhasil menutup 785 sumur ilegal," tegasnya.

Selanjutnya, Fachrori mengimbau kepada para kepala daerah, camat, kepala desa, ketua RT dan RW untuk ikut mendukung tim satgas operasi ilegal drilling.

"Saya mengimbau tidak ada lagi aktivitas ilegal drilling di Jambi. Mari kita menjaga alam agar tidak ada lagi terjadi hal serupa. Apalagi membuat sumur baru," tegas Fachrori.

Gubernur Jambi Fachrori Umar Bersama Tim Gabungan Pasca Penutupan Ratusan Sumur Minyak Tanpa izin (foto: Okezone/Azhari Sultan)	 

Tidak hanya itu, kepada pihak Pertamina, Gubernur juga mengimbau untuk turut serta memberikan peran dan kontribusi sesuai dengan kompetensi dan keahlian.

"Terhadap apa yang telah dilakukan tim satgas operasi ilegal drilling agar selalu memastikan keamanan penutupan sumur, pengamanan barang bukti ataupun hal teknis lainnya," ucap Fachrori.

Selanjutnya, kepada kepala daerah dan stakeholder terkait lainnya, dia meminta untuk bersama-sama melakukan rehabilitasi lingkungan terhadap dampak dari pencemaran lingkungan tersebut.

"Terakhir kepada lapisan masyarakat, terutama sekitar lingkungan sumur minyak ilegal agar lebih peduli terhadap lingkungan. Diharapkan masyarakat juga mendukung upaya yang dilakukan tim gabungan, sehingga ke depan tidak ada lagi aktivitas ilegal drilling yang mengancam lingkungan dan masa depan anak-anak," tutur Fachrori berharap.

Baca Juga: Bawa 20 Ton Minyak Hasil Ilegal Drilling, 10 Pelaku Ditangkap 

Sebelumnya, Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS berjanji akan memberantas ilegal driling di wilayahnya hingga ke hulunya. "Kita akan selesaikan sampai ke hulu, dan seterusnya selama operasi ini," tegasnya.

Jika hal ini terus dibiarkan, katanya, akan berdampak kepada kehidupan habitat dan ekosistem yang ada di lingkungan masyarakat. "Ingat anak cucu, bayi dan balita mereka akan tercetak dan itu akan berbahaya," tandasnya.

Menurutnya, ini dilakukan dalam rangka menjaga dan memelihara kondisi di Provinsi Jambi terutama menjaga kelestarian lingkungan, karena akibat dari penambangan ilegal ini sudah banyak sungai-sungai yang tercemar.

Selain itu, akibat ilegal driling tersebut, dirinya juga tidak tahu lagi dampak lingkungan yang akan terjadi pada generasi kedepannya.

"Kita menurunkan tim gabungan untuk melakukan penindakan ilegal driling di dua lokasi, yakni di Bajubang, Kabupaten Batanghari dan di Kabupaten Sarolangun," papar Muchlis.

Dia menambahkan, operasi ilegal driling tersebut dilakukan sejak tanggal 25 November hingga 15 Desember 2019.

Dia berharap, mereka akan mengurungkan niat para pelaku dan menghentikan kegiatan dan keluar dari lokasi penambangan minyak ilegal.

Apabila ini tidak dihiraukan, maka akan masuk ke tahap selanjutnya, yakni pencegahan. "Tahap kedua, yaitu pencegahan, stop semua aktifitasnya kita proses dan terakhir penegakan hukum yang kita lakukan," tegas Muchlis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini