Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Turis di Bali Semakin Banyak Jadi Korban Begal HP

ABC News , Jurnalis-Senin, 09 Desember 2019 |20:02 WIB
Turis di Bali Semakin Banyak Jadi Korban Begal HP
Andrew Bateman dan Hannah asal Australia menjadi korban begal HP di Bali. (Foto/News Australia)
A
A
A

KUTA - Media Australia melaprokan semakin banyak wisatawan menjadi korban kecelakaan akibat pembegalan saat mengendarai sepeda motor di Bali.

Melansir ABC Australia, Senin (9/12/2019) tindakan pembegalan itu bukan hanya untuk mendapatkan HP korban, namun dilakukan organisasi kriminal untuk mendapatkan informasi berharga di HP yang dijambret.

Minggu lalu, Lawson Rankin, seorang siswa sekolah asal Newcastle, Australia, terluka akibat ponsel teman yang sedang diboncengnya dijambret.

Foto/News Australia

Lawson dilaporkan berusaha mengejar pelaku, namun kemudian ditemukan sudah tergeletak tidak sadarkana diri di dalam selokan dan sampai sekarang masih di rumah sakit.

Menurut laporan media Australia News.com.au, kejadian semacam ini semakin banyak terjadi di Bali. Korban umumnya adalah turis Australia.

Turis lainnya Andrew Bateman dan putrinya Hannah juga pernah mengalaminya.

Baca juga: Bule Penendang Pemotor 'Ditendang' ke Australia, Dilarang Masuk Bali Selama 6 Bulan

Baca juga: Dua Warga Australia Naik Motor Sambil Telanjang di Bali Viral

Bateman dan Hannah (17) harus menghentikan liburannya di Bali lebih awal berlibur setelah mereka jatuh dari motor karena iPhonenya dirampas oleh dua orang pengendara motor.

"Terjadi cepat sekali," kata Bateman seperti dikutip News.com.au.

"Barang berharga kami yang lain tak masalah, namun mereka memepet motor kami dan berusaha merebut iPhone dari tangan Hannah."

"Mereka memegang tangan Hannah dan menariknya dengan kuat. Motor kami menghantam trotoar dan mereka kemudian ngebut." "Kami bisa saja meninggal karena peristiwa ini."

Foto/News Australia

Bateman terluka parah. Bahunya terluka, tulangnya patah dan lima rusuknya juga terluka. Sementara putrinya mengalami patah tangan.

"Ini hanya gara-gara iPhone. Kami bisa mati. Nyawa bisa melayang hanya karena HP," kata Bateman lagi.

Bateman yang sudah sering bepergian ke Asia Tenggara dan sudah berkali-kali berliibur ke Bali, dia mengatakan tidak mau lagi ke sana. Demikian juga putrinya. "Para pembegal ini mencari sasaran para turis," katanya.

"Mereka sangat terorganisir. Dan sudah tahu sasarannya. Hannah begitu kesulitan sehingga tidak berani keluar dari hotel setelah kejadian," kata Bateman.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement