Dia menjelaskan, selain mengakibatkan adanya korban luka-luka, bencana tanah longsor ini juga diduga menimbulkan kerugian materiil hingga miliaran rupiah.
Baca juga: Pemulung Tewas Akibat Tertimbun Longsoran Sampah di TPA Sarimukti
Kemudian untuk mengevakuasi korban serta membuka jalur kendaraan, Polres Lima Puluh Kota mengerahkan sedikitnya 50 personel dari Satuan Shabara dan Lalu Lintas, bekerja sama dengan jajaran lain dari Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) Lima Puluh Kota, Dinas Kesehatan, pemadam kebakaran, serta dibantu oleh warga sekitar.
"Di jalur ini bencana tidak bisa dihindari karena memang kondisi alamnya seperti itu. Ditambah lagi, jalan ini dibangun dengan membelah bukit, sehingga bukit yang ada di sisi jalan sangat rawan longsor. Terlebih saat musim hujan seperti sekarang. Akibatnya, banyak kerugian yang terjadi, karena jalur ini kebanyakan digunakan oleh kendaraan pengangkut bahan makanan sehingga cepat busuk dan hancur," imbuhnya.
Baca juga: Setu Tangsel Longsor, Seorang Ibu Tewas dan 1 Balita Luka Berat
Terakhir, Wibowo meminta para pengendara yang melintas di lokasi longsor agar berhati-hati. "Kami mengimbau kepada warga yang melintas di jalur ini agar berhati-hati karena memang sangat rawan," tuturnya.
(Hantoro)