Polisi Tangkap 6 Pengedar 1,9 Juta Butir Pil Koplo

Syaiful Islam, Okezone · Jum'at 13 Desember 2019 19:11 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 13 519 2141684 polisi-tangkap-6-pengedar-1-9-juta-butir-pil-koplo-7IINZoFkev.jpg Polrestabes Surabaya tangkap 6 pengedar jutaan pil koplo (Foto : Okezone.com/Syaiful Islam)

SURABAYA - Sebanyak enam pengedar jutaan pil koplo dan pil dextro ditangkap anggota Satnarkoba Polrestabes Surabaya, Jatim. Mereka ditangkap pada sejumlah kota di Jatim seperti Surabaya dan Mojokerto.

Mereka masing-masing berinisial CH (47), RB (41), SY (50), ER (42), AG (38) dan SH (43). Polisi juga masih memburu satu pelaku yang masih buron yakni berinisial WA.

Polisi tangkap pengededar jutaan pil koplo (Foto : Okezone.com/Syaiful)

Dari tangan pelaku, polisi menyita 1,9 juta butir pil koplo, 1,5 juta butir pil dextro. Polisi juga mengamankan sabu-sabu seberat 3,46 gram. Jutaan pil koplo tersebut diamankan di sebuah kantor ekspedisi wilayah Semut, Pabean Cantikan, Surabaya.

Rencanya jutaan pil koplo dan dextro tersebut akan dikirim ke Jember. Sedangkan pil koplo sendiri berasal dari Semarang, dan untuk pil dextro berasal dari Jakarta.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho menjelaskan, keenam pelaku ditangkap di tempat berbeda. Dimana pelaku ada yang ditangkap di Surabaya dan Mojokerto. Para pelaku menyasar para pelajar dan mahasiswa sebagai konsumen.

"Mereka bisa mendistribusikan tibuan butir pil dalam seminggu. Kami akan terus kembangkan kasus ini, karena disinyalir masih banyak jaringan yang lain," terang Sandi, Jumat (13/12/2019).

Menurut Sandi, saat ini pihaknya masih terus menyelidiki dimana pabrik dari dua jenis pil itu. Pil koplo dan dextro tidak termasuk kategori narkotika dan obat-obatan terlarang. Namun keduanya masuk obat daftar G atau berbahaya.

Baca Juga : Massa Demo PA 212 Bubarkan Diri Usai Audiensi dengan Polisi

Jika digunakan dalam jumlah besar akan berdampak negatif. Dimana pengguna bisa mengalami halusinasi dan bertingkah laku tidak terkontrol. Bahkan bisa mengakibatkan kematian.

"Obat ini tidak bebas diperjualbelikan, dan harus dengan resep dokter. Untuk mengelabuhi petugas, pelaku mengemas dengan label vitamin B1. Setelah dicek di laboratorium, ternyata pil koplo. Ini sangat berbahaya bagi generasi muda apabila dijual bebas," tandas Sandi.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini