Permukiman di Singkawang Terendam Banjir, Ratusan Warga Diungsikan

Ade Putra, Okezone · Minggu 15 Desember 2019 12:59 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 15 340 2142111 permukiman-di-singkawang-terendam-banjir-ratusan-warga-diungsikan-EQjXbo7ihf.jpg Pengungsi Banjir di Singkawang (Foto: Okezone/Ade Putra)

SINGKAWANG - Sebanyak 38 Kepala Keluarga (KK) atau 130 jiwa sempat diungsikan di tiga rumah pengungsian di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Para pengungsi ini merupakan warga yang terdampak banjir sejak beberapa hari ini menerjang kota pariwisata itu.

"Sudah sejak dua hari lalu warga ini mengungsi. Mereka ini yang rumahnya terendam banjir," jelas Ketua Korwil Taruna Penanggulangan Bencana (Tagana) Singkawang, Fery Samson kepada Okezone, Minggu (15/12/2019).

Banjir Singkawang

Samson menerangkan, ada dua lokasi pengungsian di Kecamatan Singkawang Tengah. Di Aula Kantor Camat Singkawang Tengah, terdapat 8 KK atau 31 jiwa warga Kelurahan Roban yang mengungsi. Di lokasi pengungsian kedua, yakni di Aula Kelurahan Condong, terdapat 14 KK atau 56 jiwa yang memang merupakan warga Condong.

Selanjutnya, rumah pengungsian di Shelter Harmoni, Kecamatan Singkawang Selatan terdapat 16 KK atau 43 jiwa yang mengungsi. Mereka berasal dari Pasar Baru, Kelurahan Pasiran, Singkawang Barat.

"Jumlah ini, yang berhasil kami data. Masih ada beberapa yang belum terdata. Karena saat didata, ada beberapa warga yang sedang tidak di lokasi pengungsian," jelas Samson.  

Tingginya genangan air yang membuat warga terpaksa mengungsi ini, kata Samson, rata-rata setinggi pinggang orang dewasa. "Itu jika diukur dari dalam rumah. Tapi kalau dari jalan, tinggi genangan air bisa satu meter lebih," tuturnya.

Hingga sampai saat ini, warga di lokasi pengungsian Aula Kelurahan Condong dan Shelter Harmoni masih bertahan. Sementara, pengungsi yang di Aula Kantor Camat Singkawang Tengah ada yang sudah nekat pulang ke rumah.

Ernawati, satu diantara warga Condong mengatakan, dia bersama suami dan tiga anaknya sudah mengungsi di Aula Kelurahan Condong sejak dua hari lalu.

"Air tinggi di dalam rumah saya. Setiap tahun rumah kami kebanjiran. Tahun ini lebih tinggi. Makanya kami mengungsi," terangnya saat ditemui sedang mengambil makanan di dapur umum pengungsian.

Nantinya jika air benar-benar surut, Erna dan keluarga baru akan pulang ke rumah. Karena, jika dipaksaan saat ini, dia tidak khawatir air akan kembali meninggi. Apalagi musim hujan saat ini susah diprediksi.

"Barang-barang di rumah sudah diangkat. Agar tak terkena banjir. Untuk anak-anak, masih tetap sekolah. Belum ada pengumuman libur," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini