Mantan PM Malaysia Dituduh Perintahkan Polisi Tembak Mati Warga Mongolia

Rachmat Fahzry, Okezone · Senin 16 Desember 2019 16:09 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 16 18 2142509 mantan-pm-malaysia-dituduh-perintahkan-polisi-tembak-mati-warga-mongolia-cq2iykSz7e.jpg Mantan PM Malaysia Najib Razak. (Foto/Reuters)

Saat ditanya tujuan menghancurkan mata-mata asing dengan bahan peledak, DPM menjawab, “Buang tubuh mata-mata asing dengan alat peledak untuk menghilangkan jejak. Bahan peledak dapat diperoleh dari toko UTK (gudang senjata).

"DPM mengingatkan saya untuk melakukan operasi rahasia ini dengan hati-hati dan dengan tingkat keamanan dan kerahasiaan yang tinggi karena melibatkan ancaman terhadap keamanan nasional," kata Azilah dalam surat PK, yang diterbitkan oleh Malaysiakini.

Najib menepis tuduhan tersebut dan mengatakan klaim itu palsu.

Pada tahun 2009, Azhar dan Sirul dihukum dan dihukum mati oleh Pengadilan Tinggi Shah Alam karena membunuh wanita Mongolia di Mukim Bukit Raja, Klang pada 2006.

Pada 2013, Pengadilan Banding membatalkan keputusan Pengadilan Tinggi Shah Alam untuk menghukum kedua orang tersebut, sehingga keduanya lolos dari hukum gantung.

Panel yang diketuai oleh Hakim Agung Mohamed Apandi Ali, dalam putusan pengadilan setebal 47 halaman menyatakan bahwa bukti oleh jaksa tidak cukup. Namun pada 2015, Pengadilan Federal menghukum mati Azilah dan Sirul karena membunuh Altantuya.

Sementara Mantan analis politik Abdul Razak Baginda, yang didakwa bersama Azhar dan Sirul, dibebaskan oleh Pengadilan Tinggi pada 2008. Jaksa tidak mengajukan banding atas pembebasannya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini