nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pandangan Jusuf Kalla terhadap KKB di Bumi Cendrawasih

Kuntadi, Koran SI · Kamis 19 Desember 2019 17:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 19 510 2143904 pandangan-jusuf-kalla-terhadap-kkb-di-bumi-cendrawasih-ZaSj1E4liG.jpg Jusuf Kalla (foto: Istimewa)

SLEMAN - Kasus kekerasan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua tidak ada habis-habisnya. Terakhir dua prajurit anggota TNI tewas ditembak kelompok tersebut yakni Lettu Inf Erizal Zuhri Sidabutar, dan Serda Rizky Ramadhan.

Menanggapi hal itu, Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12 Muhammad Jusuf Kalla (JK) mengatakan, konflik selalu ada dimana-mana, mulai dari Aceh hingga Papua yang sampai saat ini tidak juga kunjung selesai.

 Baca juga: 2 Jenazah TNI Korban KKB di Papua Diterbangkan ke Kampung Halaman

Kata JK, setiap konflik ada persamaan dan perbedaannya, dalam proses penyelesaiannya. Begitu juga dengan konflik di Papua yang masih menjadi ancaman bagi aparat keamanan.

“Tentu saja ini harus diselesaikan dengan suatu penegakan aturan,” jelas JK di Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Kamis (19/12/2019).

Menurutnya, Presiden Jokowi sudah berusaha maksimal dalam membangun bumi Papua. Fokus pada pembangunan di wilayah Indonesia Timur sudah dilakukan sejak periode pertama. Hal ini menjadi salah satu upaya untuk meredam konflik sosial yang ada di masyarakat. Namun apa yang dilakukan, ternyata belum mampu menyelesaikan masalah.

“Masih perlu upaya sosial lain yang lebih baik,” terangnya.

 Baca juga: Intan Jaya Sudah Kondusif Pasca Kontak Tembak yang Tewaskan 2 Prajurit TNI

Menurut JK, apa yang sudah dilakukan pemerintah, dengan membangun wilayah disana, belum bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar. Padahal secara materi, alokasi anggaran yang dikucurkan cukup besar dan luar biasa. “Ada masalah sosial yang harus diperhatikan,” sambungnya.

Sementara itu, Rektor UGM Panut Mulyono mengatakan, pihaknya telah memberikan penghargaan Hamengkubuwono IX, kepada mantan wakil presiden Jusuf Kalla. Banyak pertimbangan yang mendasari mereka menentukan beliau sebagai penerima awards. Diantaranya jasa-jasanya yang sangat besar kepada bangsa Negara dan masyarakat.

“Perjuangan beliau mirip yang dilakukan almarhum, sehingga penghargaan ini tepat,” terangnya.

Sejak menjadi guru, menteri hingga wapres dan selesai menjadi wapres, Jusuf Kalla terus bergerak dibidang kemanusiaan. Bahkan dia dikenal sebagai juru damai untuk menyelesaikan konflik yang ada dimana-mana. “Beliau adalah ujung tombak menyelesaikan konflik,” tutur Panut. (wal)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini