nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cek Keaslian Surat Pajak, 9 Supercar Masih Ngandang di Polda Jatim

Syaiful Islam, Jurnalis · Kamis 19 Desember 2019 16:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 19 519 2143873 cek-keaslian-surat-pajak-9-supercar-masih-ngandang-di-polda-jatim-FR3pftqAbc.jpg Kapolda Jatim, Irjen Luki (foto: Okezone.com/Syaiful)

SURABAYA - Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) sudah melakukan identifikasi terhadap 14 mobil mewah, atau supercar yang telah diamankan. Dimana menyebutkan empat supercar sudah diambil pemiliknya, kemudian satu lagi pemilik supercar telah menunjukkan dokumen kendaraan lengkap.

Sedangkan sembilan supercar yang lain hanya mengantongi form A (surat keterangan pemasukan kendaraan bermotor impor yang sudah dilunasi bea masuk dan pajaknya), dan form B (sejenis mobil yang belum dibayar pajak dan bea masuk).

 Baca juga: Polda Jatim Pastikan 5 Supercar yang Disita Ilegal

Rinciannya tujuh supercar memakai form A, sementara dua supercar memakai form B. Polisi akan terus melakukan penyelidikan terhadap sembilan supercar tersebut.

"Perkembangan supercar, 5 sudah teridentifikasi yakni 4 mobil sudah diambil dan 1 lagi sudah menunjukkan dokumen lengkap. Sisa 9 supercar. Setelah rapat dengan pajak, beacukai, lalu lintas dan krimsus ada 7 yang gunakan form A dan 2 gunakan form B," terang Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan kepada wartawan, Kamis (19/12/2019).

 Supercar

Menurut Luki, nantinya form A tersebut akan dikirim ke beacukai untuk mengecek keasliannya. Apakah form A itu asli apa palsu. Pihaknya juga akan mengirimkan nomor rangka dan mesin hasil dari cek fisik pada beacukai.

 Baca juga: Polda Jatim Pastikan Mobil Lamborghini Berstiker ASC Bukan Milik Ahmad Sahroni

Kemudian dua kendaraan Ferrari menggunakan form B asal Algeria dan Kamboja. Hal ini sudah jelas fatal. Sebab dalam form B tidak boleh dipindah tangankan, dan ini milik orang lain.

"Kami akan koordinasi dengan konsulat pemilik asal usul mobil. Yang jelas dari 9 supercar potensi kerugian pada pemasukan pajak cukup besar, penghindaran pajak, ada indikasi dari importir dengan pembeli," tandas Luki. (wal)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini