
Menurut Luki, nantinya form A tersebut akan dikirim ke beacukai untuk mengecek keasliannya. Apakah form A itu asli apa palsu. Pihaknya juga akan mengirimkan nomor rangka dan mesin hasil dari cek fisik pada beacukai.
Baca juga: Polda Jatim Pastikan Mobil Lamborghini Berstiker ASC Bukan Milik Ahmad Sahroni
Kemudian dua kendaraan Ferrari menggunakan form B asal Algeria dan Kamboja. Hal ini sudah jelas fatal. Sebab dalam form B tidak boleh dipindah tangankan, dan ini milik orang lain.
"Kami akan koordinasi dengan konsulat pemilik asal usul mobil. Yang jelas dari 9 supercar potensi kerugian pada pemasukan pajak cukup besar, penghindaran pajak, ada indikasi dari importir dengan pembeli," tandas Luki. (wal)
(Amril Amarullah (Okezone))
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.