Briptu Derustianto Tewas Usai Dihukum Saling Baku Pukul, Dua Orang Jadi Tersangka

Subhan Sabu, Okezone · Jum'at 27 Desember 2019 18:08 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 27 340 2146695 briptu-derustianto-tewas-usai-dihukum-saling-baku-pukul-dua-orang-jadi-tersangka-oXRD3gXZmy.jpg Tersangka penganiayaan ditahan (Foto: Ist)

GORONTALO - Setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka, Subdit 3 Polda Gorontalo resmi menahan kedua tersangka dugaan penganiayaan, AM dan RT yang menyebabkan korban Briptu Derustianto meninggal dunia.

“Kemarin AM dan RT setelah ditetapkan sebagai tersangka, keduanya kembali dipanggil untuk diperiksa dengan status tersangka, dan setelahnya dikeluarkan surat perintah penahanan untuk keduanya,” ujar Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP Wahyu Tri Cahyono, SIK kepada okezone, Jumat (27/12/2019)

Kabid Humas juga menyampaikan agar penanganan kasus ini dipercayakan kepada Polda Gorontalo. Polri dalam hal ini Polda Gorontalo khususnya Direktorat reserse kriminal umum akan bekerja secara profesional, dan sangat transparan, penyidik selalu memberikan SP2HP ( Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan) kepada pihak keluarga korban.

Baca Juga: Dihukum Baku Pukul dengan Polisi Lain, Briptu Derustianto Tewas

“Mari sama-sama kita doakan semoga arwah almarhum Bripda Derustianto dapat tenang, diterima semua amal ibadahnya, diampuni segala dosanya, dilapangkan kuburnya dan keluarga yang ditinggalkan dapat diberikan ketabahan. Amin,” terang Wahyu.

Tewasnya Briptu Derustianto akibat mendapat hukuman baku pukul dengan rekan sesama anggota polisi lainnya di Gorontalo. Hukuman untuk saling memukul ini diperintahkan Briptu berinisial RT pada 5 Desember 2019.

Briptu RT, bintara pleton yang punya tanggung jawab menegakkan disiplin anak buah, memberian hukuman kepada AM dan korban Briptu Derustianto karena dianggap bercanda di barak.

Ilustrasi

Briptu RT kemudian memberikan hukuman kepada tersangka AM dan korban dengan bentuk hukuman saling memukul secara bergantian yang diawali dari korban (Derustianto) memukul AM dan dibalas oleh AM.

"Pada pukulan pertama, Briptu Derustianto sudah mengeluh sakit. Namun Briptu RT saat itu meminta Briptu Derustianto kembali memukul AM dan dibalas AM dengan memukul korban," kata AKBP Wahyu

Selanjutnya korban diminta memukul kembali tetapi tidak bersedia dan pergi meninggalkan RT. Namun baru beberapa langkah, korban terjatuh. Korban saat itu dibantu rekannya, sempat berdiri. Namun kembali terjatuh.

"Jatuh yang kedua, korban sempat terbentur di lantai dan hidungnya berdarah, kemudian dibawa ke Dokkes dan dirujuk ke RS Islam," kata AKBP Wahyu.

Dalam perawatan di RS, Briptu Derustianto meninggal dunia. Setelahnya keluarga memilih menguburkan jasad Briptu Derustianto karena menolak dilakukan autopsi.

Sehari kemudian, orang tua korban berubah pikiran sehingga membuat laporan dugaan penganiayaan. Ditreskrimum Polda Gorontalo langsung melakukan penyelidikan dan melakukan autopsi.

"Hasil VER (Visum Et Repertum) RS Islam dan hasil autopsi disimpulkan ada kesesuaian dugaan keras tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh RT dan AM," kata Wahyu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini