JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyatakan, peringatan dini cuaca ekstrem yang rutin diinformasikan oleh pihaknya adalah data akurat.
Seminggu sebelum hujan besar yang mengakibatkan banjir di Jakarta, pihaknya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem. Namun banyak masyarakat yang mengabaikan hal tersebut.
"Kami mencoba mendengar ke publik, (tapi) publik masih mengira peringatan dini adalah perkiraan, bukan prakiraan. Ini yang dipahami, padahal peringatan dini dari BMKG adalah prakiraan," jelas Dwikorita di gedung BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (3/1/2020).
Dwikorita menjelaskan BMKG dapat memprakirakan cuaca, karena mendapatkan data dari satelit yang dikombinasikan dari pantauan radar. Apalagi, hasil satelit cukup detail membaca kondisi wilayah kecamatan hingga desa di Indonesia.
