nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Janji Akan Menikahi, Montir Setubuhi Gadis 14 Tahun hingga 7 Kali

Ade Putra, Jurnalis · Sabtu 04 Januari 2020 01:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 04 340 2149116 janji-akan-menikahi-montir-setubuhi-gadis-14-tahun-hingga-7-kali-C3hRPJWYiE.jpg Rn, pelaku pencabulan anak terhadap gadis 14 tahun, ditangkap. (Ist)

PONTIANAK – Melati, seorang gadis berusia 14 tahun di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat disetubuhi seorang montir sepeda motor, Rn. Bahkan gadis itu disetubuhi hingga tujuh kali di dua tempat berbeda.

Saat ini, Rn sudah ditangkap dam ditahan di Mapolsek Tayan Hilir. Pemuda yang berusia sekitar 22 tahun ini dibekuk di tempat kerjanya tanpa perlawanan pada Kamis (2/1/2020).

Kapolsek Tayan Hilir, Iptu Sagi menjelaskan, penangkapan ini berawal dari laporan orangtua Melati di Mapolsek Tayan Hilir pada Rabu (1/1/2020). Orangtua Melati melaporkan hal ini karena tak terima dengan perbuatan Rn.

"Atas laporan itu, dan keterangan yang ada maka pelaku kami tangkap," kata Sagi kepada Okezone, Jumat (3/1/2020).

Hasil pemeriksaan sementara, diketahui Rn mengajak Melati untuk jalan-jalan pada 22 Desember 2019 sekira pukul 18.00 WIB. Kemudian pukul 21.00 WIB, Rn mengajak Melati ke kos-kosan.

"Di kos-kosan itulah Rn menyetubuhi korban sebanyak tiga kali setelah termakan bujukan pelaku bahwa korban akan dinikahi jika hamil," ucap Sagi.

Ilustrasi (Shutterstock)

Tak hanya itu, dua hari berselang, tepatnya 24 Desember 2019, pelaku kembali mengajak korban pulang ke rumahnya di Kecamatan Tayan Hulu.

"Di rumah itu, Rn kembali menyetubuhi korban sebanyak empat kali dengan bujuk rayu yang sama,” kata Sagi.

Kemudian, pada Jumat (27/12/2019), Melati diantar pulang oleh pelaku. Mengetahui anaknya diperlakukan tak senonoh, orangtua Melati pun berang dan melaporkan Rn ke Mapolsek Tayan Hilir.

"Saat ini pelaku sudah ditahan," ucapnya.


Baca Juga : Derita Kanker Rektum Stadium 4 Usai Dicabuli, Bocah di Padang Meninggal Dunia

Pelaku, kata Sagi, dijerat Pasal 76D Jo Pasal 81 ayat (1) dan Pasal 76E Jo Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Jo Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Baca Juga : Guru Honorer Setubuhi Siswi SMP di Ruang Perpustakaan

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini