nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perang Narkoba Meksiko, 31 Ribu Orang Tewas dan 60 Ribu Hilang

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 08 Januari 2020 09:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 07 18 2150347 perang-narkoba-meksiko-31-ribu-orang-tewas-dan-60-ribu-hilang-ZoM0eq3pwF.jpg Anggota Kartel Sinaloa bersenjata laras panjang berkeliaran di Culiacan. (Foto/Reuters)

MEXICO CITY - Lebih dari 60.000 orang menghilang di Meksiko sejak negara itu menyatakan perang terhadap narkoba pada 2006.

Pihak berwenang dalam melansir BBC, Selasa (7/1/2020) jumlah orang hilang imbas perang narkoba jauh lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sekitar 40.000. Selain itu, lebih dari 31.000 orang tewas pada tahun lalu.

Kartel narkoba dan kelompok kejahatan terorganisir adalah pelaku utama, pasukan keamanan juga disalahkan atas kematian dan penghilangan orang.

Sekitar 53% dari mereka yang hilang berusia antara 15 dan 35, dan 74% adalah laki-laki.

Foto/Reuters

(Sejumlah komunitas mormon melihat mobil yang dibakar anggota kartel narkoba Mesksiko yang membunuh. Foto/AFP)

Pihak berwenang Meksiko memulai pencatatan orang hilang sejak 1964 dengan total 61.637 orang. Namun sebagian besar tercatat sejak 2006, yaitu ketika Presiden Felipe Calderón menggunakan militer untuk menindak perdagangan narkoba.

Baca juga: Lopez Obrador: Raja Narkoba Meksiko Dulu Punya Kekuasaan Setara Presiden

Baca juga: 12 Polisi Tewas Dibunuh Kartel Narkoba Meksiko Dalam Sepekan

Masalah tersebut berlanjut sejak saat itu, bahkan setelah dua kali pergantian presiden. Kepala Komisi Pencarian Orang Meksiko, Karla Quintana mengatakan lebih dari 5.000 orang hilang pada tahun lalu.

"Ini adalah data horor, dan di belakangnya ada kisah penderitaan yang luar biasa bagi keluarga," kata Quintana.

Meksiko tercatat sebagai negara yang memiliki kasus orang hilang terburuk di Amerika Latin.

Sebagai contoh, sekitar 40.000 menghilang dalam perang saudara Guatemala selama 36 tahun, yang berakhir pada 1996. Sedangkan di Argentina diperkirakan 30.000 menghilang di bawah kekuasaan militer negera itu antara 1976 dan 1983.

Foto/Reuters

Wakil Menteri Luar Negeri Hak Asasi Manusia Meksiko, Alejandro Encinas Rodríguez, mengatakan 1.124 mayat digali dari 873 situs pemakaman rahasia sejak Presiden Andrés Manuel López Obrador mengambil alih kekuasaan pada Desember 2018.

Rodriguez berjanji untuk mencapai perdamaian dan mengakhiri perang narkoba di Meksiko, ketika tingkat pembunuhan berada pada titik tertinggi akibat perselisihan kartel narkoba.

Dia bersumpah untuk menciptakan satuan penjaga nasional baru (Garda Nasional) untuk mengatasi kekerasan, namun hanya sedikit yang mendaftar dan beberapa ketakutan dibunuh oleh kartel narkoba.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini