nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Iran-AS Memanas, Pemerintah Diminta Amankan WNI dari Wilayah Rawan Tembak

Muhamad Rizky, Jurnalis · Jum'at 10 Januari 2020 08:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 10 18 2151298 iran-as-memanas-pemerintah-diminta-amankan-wni-dari-wilayah-rawan-tembak-2DJgM1fr6Q.jpg Latihan Militer Iran (foto: Reuters)

JAKARTA - Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Bina Nusantara (Binus), Dina Wisnu mendorong agar pemerintah mengamankan Warga Negara Indonesia di wilayah Iran. Hal itu menyusul memanasnya hubungan AS dan Iran.

Dina mengatakan, WNI di kawasan Timur Tengah harus selalu waspada sebab lokasi itu rawan menjadi sasaran tembak. Terlebih Iran sendiri baru saja melakukan serangan terhadap pangkalan militer AS di Irak.

Baca Juga: Perang Dunia III Sulit Terjadi, meski Hubungan AS dan Iran Kian Memanas 

"Kalau untuk WNI, semua WNI di kawasan Timur Tengah harus waspada. Mereka harus tahu bahwa situasi sedang memanas dan sasaran tembak bisa terjadi di mana saja," kata Dina kepada Okezone, Jumat (10/1/2020).

Dia juga meminta kepada pemerintah Indonesia untuk benar-benar memastikan bahwa WNI berada pada posisi yang aman. "Ada baiknya diintensifkan sosialisasi situasi dan dipastikan WNI jauh dari wilayah rawan sasaran tembak," tuturnya.

 

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengeluarkan imbauan bagi semua warga negara Indonesia (WNI) yang berada di kawasan tersebut.

Dalam keterangan yang dirilis pada Rabu, 8 Januari 2020, Kementerian Luar Negeri dengan memperhatikan situasi politik dan keamanan di wilayah Irak, Iran dan sekitarnya, mengimbau WNI untuk terus meningkatkan kewaspadaan, mengikuti informasi dan imbauan otoritas setempat terutama terkait situasi keamanan, dan menjaga komunikasi dengan Perwakilan Republik Indonesia di negara tempat mereka tinggal.

WNI juga diminta tidak segan-segan untuk segera menghubungi perwakilan RI setempat atau yang terdekat jika memerlukan informasi atau bantuan.

Berikut adalah nomor-nomor hotline perwakilan RI yang dapat dihubungi:

KBRI Baghdad: +964 780 6610 920/+9647500365228

KBRI Tehran: +989120542167

KBRI Kuwait City:+965-9720 6060

KBRI Manama:+973-3879 1650

KBRI Doha:+974-33322875

KBRI Abu Dhabi:+971-566-156259

KBRI Amman: +962 7 7915 0407

KBRI Damascus: +963 954 444 810

KBRI Beirut: +961 5 924 676

KBRI Muscat: +968 9600 0210

KBRI Riyadh: +966 56 917 3990

KJRI Dubai: +971-56-3322611/+971-56-4170333

KJRI Jeddah: +966-50360 9667

Baca Juga: Trump: Pembunuhan Komandan Pasukan Elite Iran untuk Mencegah Perang 

Kementerian Luar Negeri juga telah menghidupkan pusat penanganan krisis (crisis centre) yang dapat dihubungi di nomor +62 812-9007-0027.

Selain imbauan bagi WNI, Kementerian Luar Negeri dan perwakilan-perwakilan Republik Indonesia di wilayah tersebut juga telah mempersiapkan rencana kontijensi perlindungan WNI untuk mengantisipasi eskalasi dan dampaknya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini