Gunung Taal Erupsi, Warga Pertaruhkan Nyawa Demi Selamatkan Kudanya

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 16 Januari 2020 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 16 18 2153703 gunung-taal-erupsi-warga-pertaruhkan-nyawa-demi-selamatkan-kudanya-BkwTTDOiRu.jpg Seekor kuda berdiri di sebelah sebuah bangunan yang hancur di Pulau Gunung Berapi Taal, Provinsi Batangas, Filipina, 14 Januari 2020. (Foto: AP)

BALETE – Beberapa kuda yang masih diselimuti abu diturunkan dari kapal setelah diselamatkan melalui sebuah misi berisiko tinggi dari lokasi letusan Gunung Berapi Taal, Filipina. Pemilik kuda-kuda itu adalah para operator yang mengandalkan sedikit uang yang dihasilkan hewan-hewan itu dengan mengantarkan para wisatawan ke gunung berapi dan objek wisata populer yang dikelilingi oleh danau besar Taal.

Saat Gunung Berapi Taal meletus pada Minggu 12 Januari, masyarakat yang memiliki ratusan tunggangan di pulau gunung berapi itu harus melarikan diri tanpa ternak berharga dan sebagian besar harta mereka.

BACA JUGA: Erupsi Gunung Taal Dinilai Berbahaya, Ini Alasannya

"Kehidupan kami ada di dalam kuda kami, mereka adalah cara kami mencari nafkah," kata salah satu pemilik, Alfredo Daet (62) kepada AFP pada Selasa, 15 Januari. Daet berhasil membawa tiga dari empat hewan tunggangannya itu ke daratan.

Foto: AFP.

"Kami mencintai kuda kami... itu sebabnya kami ingin menyelamatkan mereka," tambahnya.

Hewan-hewan itu dapat menghasilkan USD7 (sekira Rp95 ribu) sekali perjalanan untuk melihat pemandangan panorama menakjubkan di atas kawah utama gunung berapi. Jumlah uang itu cukup signifikan di negara di mana jutaan orang bertahan hidup dengan kurang dari USD2 (sekira Rp27 ribu) sehari.

Puluhan hewan ternak lainnya di pulau itu, seperti sapi dan kambing, terbunuh dalam letusan.

BACA JUGA: Gunung Taal Masih Berpotensi Erupsi meski Aktivitasnya Sudah Menurun

Dengan kembali ke pulau yang kini tertutup abu vulkanis itu, orang-orang melanggar seruan evakuasi wajib dari pemerintah dan mempertaruhkan nyawa mereka sendiri. Namun, banyak yang merasa risiko itu sepadan.

"Jika kita membiarkan kuda-kuda mati (di pulau), kita akan menjadi orang-orang yang rugi pada akhirnya," kata Pejay Magpantay, seorang pemilik kuda lainnya kepada AFP setelah 11 dari 14 kedua milik keluarganya diselamatkan pada Selasa, 15 Januari.

Meskipun merupakan rumah bagi salah satu gunung berapi paling aktif di negara yang sering dilanda gempa bumi dan letusan, orang-orang diizinkan untuk mengunjungi dan tinggal di pulau Taal. Pulau gunung berapi seluas 23 kilometer persegi itu terletak di dalam danau yang lebih besar terbentuk dari aktivitas gunung berapi sebelumnya, dan diklasifikasi sebagai "zona bahaya permanen" oleh ahli vulkanologi pemerintah.

Pulau gunung berapi dan danau itu merupakan salah satu pemandangan paling spektakuler dan tujuan wisata populer di Filipina.

Gunung berapi Taal telah beberapa kali meletus selama lebih dari empat abad terakhir dan memakan korban jiwa yang tidak sedikit jumlahnya. Letusan yang paling merusak terjadi pada 1911 ketika menewaskan sekira 1.300 orang dan mengirim abu jatuh sampai ke Manila. Letusan besar terakhir terjadi pada 1977.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini