nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Top Up Hampir Rp200 Juta, Member Memiles Ini Tidak Merasa Rugi

Syaiful Islam, Jurnalis · Kamis 16 Januari 2020 03:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 16 519 2153469 top-up-hampir-rp200-juta-member-memiles-ini-tidak-merasa-rugi-HG9UxIW5nc.jpg Putri Arista Diani salah satu anggota investasi Memiles. (Foto: Syaiful Islam/Okezone)

SURABAYA – Putri Arista Diani merupakan satu dari 264 ribu member aplikasi Memiles. Perempuan berhijab ini juga sudah melakukan top up sebanyak 28 kali ke rekening PT Kam and Kam selaku pengelola aplikasi Memiles.

Total uang yang di-top up hampir Rp200 juta. Sayangnya wanita yang berprofesi sebagai penyanyi tersebut belum mendapatkan reward dari PT Kam and Kam karena keburu dibongkar oleh anggota Ditreskrimsus Polda Jatim. Sebab PT Kam and Kam disinyalir merupakan perusahaan investasi ilegal alias bodong.

Baca juga: Dianggap Menguntungkan, Sejumlah Anggota Minta Aplikasi Memiles Kembali Dibuka 

Walaupun sudah top up dana sampai ratusan juta rupiah, Diani tidak merasa rugi. Malahan sebaliknya, dia mengaku untung dengan menjadi member Memiles. Sebab ketika dirinya memasang sebuah produk di Memiles mendapat income Rp40 juta.

"Saya tidak merasa dirugikan karena setiap bisnis ada resikonya. Jika slot iklan saya terus dipakai untuk promosikan produk, dipastikan hasilnya lebih dari Rp200 juta. Namun karena kondisinya seperti ini, ya gimana," ucap Diani pada wartawan, Rabu 15 Januari 2020.

Diani menceritakan sudah melakukan top up sebanyak 28 kali dengan nilai total dana hampir Rp200 juta. Pilihan reward-nya yakni berupa HP, motor, rumah, tanah dan perhiasan. Tapi reward yang diinginkan itu belum didapat.

Baca juga: Artis Ello Diperiksa Polisi Terkait Kasus Investasi Bodong Memiles 

Sebab di samping aplikasi Memiles ditutup, dirinya juga baru tiga bulan menjadi anggota. Untuk bisa mendapatkan reward harus melalui empat masa. Di mana meliputi omzet nasional, hari kerja, babak, dan proses pencairan reward.

"Proses pencairan reward sendiri terhitung mulai 60 sampai 180 hari kerja. Jadi totalnya per unit (reward) berbeda ada satu tahun, dua tahun, tiga tahun dan ada cuma delapan bulan. Saya dan member Memiles yang lain berharap dibuka kembali. Memiles adalah karya anak bangsa," tuturnya.

Seperti diketahui, Satgas Waspada Investasi Ditreskrimsus Polda Jawa Timur membongkar investasi ilegal alias bodong aplikasi Memiles yang mempunyai omzet ratusan miliar rupiah. Dalam kasus ini polisi telah menahan empat tersangka yakni KT (47), FS (52), ML alias Dr Eva (54), dan PH (22).

Baca juga: Eka Deli Mengaku Jadi Perantara Cari Artis untuk Memiles 

Memiles yang dikelola PT Kam and Kam memiliki 264 ribu anggota selama delapan bulan. Polisi juga mengamankan atau blokir rekening atas nama PT Kam and Kam. Uang yang telah disita senilai Rp122 miliar.

Selain uang miliaran rupiah, polisi juga menyita 18 unit mobil yang dipakai untuk operasional dan 2 unit sepeda motor. Setiap customer bisa memiliki lebih dari satu akun. Setiap akun harus top up dana mulai dari Rp50 ribu, Rp100 ribu, hingga Rp200 juta.

Baca juga: Eka Deli Serahkan Fortuner dari Memiles ke Polisi 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini