“Tadi sore saya ke sana. Airnya sudah surut,” katanya.
Edy menjelaskan, selain karena hujan deras, banjir di Jalan Mayjen Sungkono terjadi karena timbunan sampah di Kompleks Darmo Park II. Sementara pintu air di kompleks pertokoan itu hanya satu.
“Sampahnya banyak sekali. Ada kayu, botol dan plastik. Sampah-sampah itu masuk ke saluran. Saya lihat elevasi salurannya itu kosong. Kemungkinan besar air tidak mengalir karena terhambat sampah-sampah itu,” urainya.
Menurut Eddy, penyebab kedua yaitu disinyalir pembukaan pintu air di kompleks tersebut terlambat. “Ini sudah kita buka, sampahnya kita bersihkan, sehingga genangan dengan cepat surut,” ujarnya.