nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hari Ini Polisi Reka Ulang Eksekusi Pembunuhan Hakim Jamaluddin

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Kamis 16 Januari 2020 04:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 16 608 2153470 hari-ini-polisi-reka-ulang-eksekusi-pembunuhan-hakim-jamaluddin-Ohd1YSfkpn.jpg Rekonstruksi pembunuhan Hakim Jamaluddin. (Foto: Dok Okezone/Wahyudi Aulia Siregar)

MEDAN – Hari ini polisi akan melanjutkan proses reka ulang kasus pembunuhan berencana Hakim Jamaluddin. Jika sebelumnya rekonstruksi dilakukan pada 15 adegan perencanaan pembunuhan, maka kali ini fokus peragaan eksekusinya.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Tatan Dirsan Atmaja mengatakan rekonstruksi setidaknya dilakukan di tiga lokasi berbeda. Masing-masing di Pasar Johor, rumah korban, serta lokasi pembuangan mayat korban.

Baca juga: Polisi Akan Serahkan Berkas Pembunuhan Hakim PN Medan Pekan Depan 

"Terkait berapa adegan nanti yang akan direka ulang, besok kita lihat saja dari penyidiknya," sebut Tatan, Rabu 15 Januari 2020.

Sementara Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Andi Rian sebelumnya berjanji akan mengungkapkan fakta baru dalam reka ulang tersebut. Hal itu terkait pembuangan mayat Hakim Jamaluddin yang sebenarnya bukan rencana awal para tersangka.

"Pembuangan mayat itu Plan B (rencana cadangan) mereka. Ada rencana awal yang tidak jadi dilakukan. Nanti kita ungkap saat rekonstruksi. Itu berdasarkan keterangan tersangka," sebut Andi Rian.

Baca juga: Pembunuh Hakim Jamaluddin Dijanjikan Umrah dan Rp100 Juta 

Sebagaimana diketahui, hakim sekaligus Juru Bicara Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin, ditemukan tewas di dalam mobilnya di salah satu jurang yang menjadi kebun sawit di kawasan Kutalimbaru, Deliserdang, Sumatera Utara, pada 29 November 2019.

Hakim Jamaluddin awalnya diduga tewas karena kecelakaan. Namun penyelidikan polisi menyebutkan Hakim Jamaluddin dibunuh. Polisi pun menyelidiki kasus pembunuhan itu.

Dari penyelidikan yang dilakukan, polisi menduga pembunuhan itu direncanakan. Istri korban, Zuraida Hanum, pun ditetapkan sebagai tersangka otak pelaku pembunuhan.

Polisi menyebut Zuraida dibantu dua orang lainnya dalam pembunuhan berencana itu, yakni Jefri Pratama dan Reza Pahlevi.

Baca juga: Reka Ulang, Pembunuh Hakim Jamaluddin Peragakan 15 Adegan 

Eksekusi tersebut dilakukan pada 29 November 2019 dini hari di rumah korban di Perumahan Grand Monaco, Medan Johor, Kota Medan.

Eksekusi dilakukan saat korban sedang tertidur pulas. Korban disekap hingga meninggal dunia akibat gagal napas.

Setelah tewas, korban dibuang, hingga akhirnya ditemukan warga di jurang kawasan Kutalimbaru Deliserdang.

Baca juga: Rekonstruksi Rencana Pembunuhan Hakim Jamaluddin, Istri Korban Curhat Ingin Mati 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini