Dia mengungkapkan, kecelakaan itu terjadi tak lama setelah bus berjalan meninggalkan gerbang lokasi wisata Tangkuban Parahu. Ketika berada di jalan menurun.
“Baru 10 menit busnya jalan. Belum lama, pas di jalan turunan,” katanya.
Nuraeni menduga, kecelakaan terjadi karena bus mengalami rem blong. Namun saat perjalanan awal tak ada tanda-tanda adanya gangguan di dalam bus. Sopir juga tidak berjalan ugal-ugalan.
“Kayaknya rem blong. Jadi pas di jalan belok-belok gitu busnya oleng. Saya teriak-teriak abang rem bang tolong rem bang, Allahu Akbar. Setelah itu saya tidak ingat lagi. Begitu sadar sudah di puskesmas. Tas, HP enggak tahu semua ada di mana,” tutur Nuraeni.