6. Tanjakan Sitinjau Lauik (Sumatra Barat)
Sitinjau Lauik merupakan jalan lintas Sumatra dengan rute Padang - Arosuka - Solok juga salah satu rute yang menghubungkan Provinsi Sumatra Barat dengan sejumlah Provinsi di Indonesia.
Disebut Sitinjau Lauik karena di beberapa titik jalan, para pengemdara disajikan pemandangan laut sepanjang Pantai Baray dan keindahan Kota Padang dari atas ketinggian.
Namun, Sitinjau Lauik juga perlu diwaspadai oleh para pengguna kendaraan karena terdapat belasan titik yang berpotensi longsor terutama ketika curah hujan tinggi sehingga jalannya menjadi licin.
Selain itu terdapat tikungan tajam yang disambut oleh tanjakan tinggi sehingga menjadi momok bagi pengendara.
Tidak sedikit truk bermuatan besar mengalami rem blong dan terjun bebas ke jurang. Banyaknya jumlah kecelakaan disini membuat tanjakan Sitinjau Lauik dikenal sebagai rute maut dan ekstrem di Sumatra Barat.
7. Jalan Kampak Munjungan (Trenggalek, Jawa Timur)
Jalan Kamoak Munjungan juga terkenal merupakan jalan maut dan ekstrem sehingga rawan terjadi kecelakaan. Jalan ini berada di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur .
Jalan Kampak Munjungan memiliki banyak tikungan tajam yang tidak terlihat posisi beloknya. Selain itu jalan ini memiliki jalur yang sempit sehingga hanya cukup satu kendaraan roda empat dan satu kendaraan roda dua saja.
Para pengendara harus bergantian melewati jalan ini dan dianjurkan menggunakan ggi satu saat melewati titik Jalan Kampak Munjungan.
8. Tanjakan Tarahan (Lampung)
Jalur tanjakan Tarahan di Kecamatan Katibung Kabupaten Lampung Selatan sangat dikenal sebagai salah satu jalur rawan kecelakaan. Jalur ini memiliki tanjakan yang panjang dan adanya tikungan menjadikan jalur ini harus dilintasi dengan hati-hati oleh pengendara yang melintas.
Hal mistis juga kerap kali dikaitkan dengan jalan ini, beberapa kendaraan seperti truk, bus, dan mobil sering berhenti mendadak dan mesin mobil mati tiba-tiba saat melintasi tanjakan ini.
9. Jalur Nagrek (Jawa Barat)

Jalur Nagreg terletak di Kabupaten Bnadung ini terkenal karena memiliki kecuraman yang tidak biasa hingga rawan kecelakaan. para pengendara diimbau untuk mengenal geometrik jalan dan meningkatkan kewaspadaan.
Ada enam titik daerah rawan kecelakaan di Jalur Nagreg diantaranya Tanjakan Elpiji Nagrog, Turunan Nagreg, Jalan Cagak Nagreg,Tanjakan Bohong, Lingkar Nagrek dan daerah sekitar SD Negeri 3 Ciaro.
Kondisi jalan yang menanjak, turunan tajam dan bergelombang membuat Jalur Nagreg memerlukan fokus yang tinggi saat dilintasi kendaraan. terlebih saat hujan Jalur Nagreg akan licin dan rawan kecelakaan.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.