nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lecehkan 11 Anak Laki-Laki, Ketua Gay di Tulungagung Ditangkap

Syaiful Islam, Jurnalis · Senin 20 Januari 2020 21:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 20 519 2155738 lecehkan-11-anak-laki-laki-ketua-gay-di-tulungagung-ditangkap-SH48XFamFM.jpg Polda Jawa Timur Gelar Perkara Kasus Pria Lecehkan 11 Anak Laki-Laki di Tulungagung (foto: Okezone/Syaiful Islam)

SURABAYA - Seorang pria paruh baya asal Kelurahan Sembung, Tulungagung, ditangkap Unit III Subdit IV Reknata Ditreskrimum Polda Jawa Timur, karena terbukti mencabuli 11 anak laki-laki di bawah umur. Tindakan asusila itu dilakukan pelaku selama setahun terakhir.

Berdasarkan data dari polisi, pelaku bernama M Hasan alias Mami Hasan (41). Ia diamankan petugas pada Rabu 15 Januari lalu, setelah mendapat laporan dari orangtua korban.

Baca Juga: Wamenlu: Indonesia Tidak Mungkin Terima Paham LGBT 

"Kami amankan yang bersangkutan ini di kawasan Desa Krajan Gondang, Tulungagung, setelah melakukan penyelidikan sekitar 12 hari," sebut Dirreskrimum Polda Jatim Kombes R Pitra Ratulangie, Senin (20/1/2020).

Ilustrasi (foto: Shutterstock)

Pitra menjelaskan, tersangka sering kali melancarkan aksi cabulnya itu di warkop yang sedang dijaganya dengan mengiming-imingi korban uang Rp150-250 ribu. Kebanyakan korbannya, berusia sekitar 15-17 tahun.

"Untuk saat ini, korbannya baru tercatat 11 anak. Usianya di bawah umur semua. Tapi kami menduga korbannya lebih dari itu. Karena aksinya dilakukan cukup lama. Dari tahun 2018 hingga 2019," jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan pemeriksaan juga terungkap bahwa tersangka merupakan Ketua Kelompok Gay di Tulungagung. Tersangka juga mempunyai grup khusus WhatsApp yang di dalamnya semuanya adalah gay.

"Ini akan terus kami dalami, bagaimana tersangka, sepak terjangnya gimana, itu yang masih akan dikembangkan," tandas polisi berpangkat tiga melati tersebut.

Tersangka M Hasan, saat dirilis di Mapolda Jatim berdalih jika tindakan asusila yang dilakoninya itu dilakukan berdasarkan suka sama suka. Ia juga mengaku tidak pernah memaksa para korbannya.

Baca Juga: Wali Kota Depok Bantah Keluarkan Kebijakan Razia LGBT Terkait Kasus Reynhard 

"Saya tidak pernah maksa. Mereka (korban) datang sendiri ke saya butuh uang," ungkapnya enteng.

Dari kasus ini, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian dalam, akta pendirian Ikatan Gay Tulungagung, hingga alat kontrasepsi. Polisi menjeratnya dengan Pasal 82 UU RI No 23 tahun 2016 tentang pencabulan, yang ancaman hukumannya 15 tahun penjara.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini