nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Bidik Tersangka Baru Sunda Empire

CDB Yudistira, Jurnalis · Rabu 29 Januari 2020 19:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 29 525 2160303 polisi-bidik-tersangka-baru-sunda-empire-PiWpd7bedv.jpg Sekjen Sunda Empire Rangga Sasana (Okezone.com/CDB)

BANDUNG – Penyidik Polda Jawa Barat masih mendalami kasus dugaan penyebaran berita bohong dan menerbitkan keonaran Sunda Empire. Sudah tiga petinggi kerajaan fiktif itu jadi tersangka. Polisi bakal membidik tersangka baru.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Hendra Suhartiyono mengatakan, penyidik masih terus memeriksa tersangka bahkan saksi. Polisi membuka peluang menjerat tersangka lainnya jika ada bukti baru dari penyidikan.

"Penyidik masih melakukan pemeriksaan. Tidak menutup kemungkinan jika ada temuan atau keterangan lainnya, akan ada penambahan tersangka," kata Hendra Suhartiyono saat dihubungi, Rabu (29/1/2020).

 sunda empire

Sejauh ini sudah tiga petinggi Sunda Empire dijadikan tersangka dan ditahan untuk memudahkan penyidikan. Mereka adalah Nasri Bank, sebagai Perdana Menteri; Raden Ratna Ningrum, sebagai Kaisar; dan Ki Agung Raden Rangga Sasana sebagai Sekretaris Jenderal Sunda Empire.

Baca juga: Rangga Sasana Ngotot Banyak Negara Bakal Daftar Ulang ke Sunda Empire

Hendra mengatakan anggota Sunda Empire saat ini diduga mencapai seribuan orang. "Untuk total anggotanya tidak tahu, (mungkin) sekitar seribuan," katanya.

Polisi masih mendalami motif pasti di balik munculnya Sunda Empire. "Motifnya masih didalami,” ucap dia.

Pengusutan kasus Sunda Empire berawal dari laporan Ketua Majelis Adat Sunda, Ari Mulia ke polisi. Polisi kemudian menyelidiki memeriksa saksi-saksi termasuk ahli kalangan budayawan dan sejarawan. Kasusnya kemudian dinaikkan ke penyidikan dan ditetapkan tiga tersangka Sunda Empire.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti di antaranya satu lembar sisilah Kerajaan Sunda Empire, surat pernyataan Sunda Empire, surat sumpah Sunda Empire, selembar bukti deposito bank UBS, dan slip setoran tunai bank.

Polisi menjerat ketiganya dengan Pasal 14 dan atau 15 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang menyiarkan berita bohong, menerbitkan keonaran, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini