"Dimana mayoritas merasa lebih berhak atas ruang, karena itu minoritas tidak diberi keleluasaan untuk beribadah, berkeyakinan," tutup Alissa.
Diketahui sebelumnya, berdasarkan hasil penelurusan pihak kepolisian, tempat yang dirusak tersebut merupakan balai pertemuan dan dijadikan musala oleh umat muslim yang ada di tempat tersebut.
Pasca kejadian itu, Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau mengatakan bahwa pihaknya dan Kodim1310/Bitung menjaga keamaan di sana, dan menilau kalau keadaan sudah kondusif.
"Sejak malam sudah kami lakukan sama-sama dan puji Tuhan hari ini sudah kembali kondusif," ucap Kapolres Grace.
(Khafid Mardiyansyah)